|
 
- Posts
- 6061
- Location
- Gaia
|
Chapter Twelve, A Broken Party
MINAAAAA! Teriakku bersamaan dengan Light berteriak MICHELEEEEE!
Kejadiannya begitu cepat, sehingga kami tidak sadar kalau tebing di belakang kami hancur dan kami tidak sempat menolong Mina dan Michelle, mereka bedua lalu jatuh ke dasar jurang yang penuh dengan pepohonan. Sheizan, Light, kendalikan diri kalian! Bone berusaha menahanku yang ingin meloncat kebawah, sementara Pein menahan Light yang kelihatannya juga ingin menyusul Michelle. Pein, lepaskan! LEPASKAN KATAKU! Sheizan! Mereka sudah jatuh, kita tidak bisa melakukan apa apa! AKU TIDAK PEDULI, AKU HARUS MENYELAMATKAN DIA, AKU HARUS KEBAWAH SANA! SHEIZAN! teriakan Bone menggema di telingaku, menyadarkan aku bahwa Mina sudah jatuh kesana, kita tidak dapat menolong mereka lagi
Aku tidak percaya ini pasti mimpi Ya! Ini pasti hanyalah mimpi buruk, lalu aku akan bangun nanti dan menemukan Mina sedang tidur di sampingku*Plakkk* Bone menamparku, membangunkan aku dari impianku bahwa ini hanyalah mimpi buruk yang berkepanjangan BoneIni, pasti ini mimpi burukkan? Sadarlah, ini kenyataan, Sheizan Light juga terdiam, sepertinya keadaan dia sama sepertiku, kelihatan dari mukanya, dia mengira ini hanyalah mimpi buruk, kami berdua lalu berpandangan, waktu seperti berhenti, kami berempat diam, sampai seseorang (sesuatu?) berteriak lagi dengan suara yang sadis, bukan seperti suara manusiaHYAHAHAHAHAHAHA, KALIAN LIHAT APA JADINYA KALAU KALIAN MELAWAN KAMI, KAN! Ternyata, itu suara monster yang menyebabkan Mina dan Michelle jatuh ke jurang. Selang beberapa detik, tanpa kusadari, Light mengeluarkan Blazing Phoenix, dan men-charge senjata itu hingga full powernya. KAUUUUKAU AKAN HANCUR BERKEPING KEPING! LIGHT, JANGAN! Terlambat*DUAARRRRRRR.BLAMMBLAMM*
Tembakan Light kena, tapi beberapa bagiannya mengenai tanah diatas kami, menyebabkan longsor dan memaksa kami untuk pergi. Sialnya monster itu masih hidup, mereka lalu memakai sesuatu yang seperti sebuah senjata jarak jauh, lalu menembaki kami dari atas tebing. Light, pakai RMAU mu. Pein, Bone, kita naik ke atasnya Baik! Light memakai RMAU Goliath miliknya, kami bertiga naik keatasnya. Maju, Light! Saat kami maju, monster itu ikut maju sambil menembaki kami. *Shiattblamm..dhuaar!!!* Ugh monster itu menembaki kita Pein! Ya! Pein menyiapkan Siege Kitnya, aku menyiapkan Supernova Bow sambil menjaga keseimbangan di RMAU, Bone menahan serangan para monster itu memakai tamengnya. *Shiatttdhuarrr* Arrrghh mereka juga mengejar dari belakang kalau begini, kapan habisnya? Kata Pein. Pein, kau urus yang diatas, aku akan urus yang di belakang, Primal Shot! Destructive Shot! Target Fix! Dread Fire! *!* Hati hati, mereka akan menembak bersama! Teriak Bone. Flash Bang! *BLAMM BLAMMDHUAARRRR* Bahuntung saja tidak kenaLight, bagaimana keadaanmu? Aku baik baik saja, tapi booster RMAU ku hanpir habis! Ahh apa kita bisa mengisinya saat berjalan seperti ini? Bisa! Tapi, apa kau bisa menjangkau tangkinya? Dimana tangkinya? Dibelakang, bagian kanan bawah! Baik, mana cairan Boosternya? Ini, tangkap! Hup, baiklah, Pein, jaga jangan sampai mereka mendekati bagian belakang! Siap! Syutt, tlep, boosterboosterah, ini dia! Light, aku sedang mengisinya, jangan membuat gerakan yang aneh aneh! Ya!
Beberapa saat kemudian, tangkinya sudah penuh dan tempat cairan boosternya juga sudah kosong, aku langsung membuangnya ke arah salah satu monster itu*buakk* AAAAAAAAGH Salah satu monster itu jatuh, ANAK ANAK, TIDAK ADA MAIN MAIN LAGI, DENGAN CARA APAPUN, AMBIL KALENG YANG MEMBAWA KRISTAL ITU! Kristal? Hah? *!* Jangan jangan! HYAAATTT TORNADO! UAAAAAAHH monster monster yang sedang meloncat dari atas tebing kearah kami terpental karena Tornado dari Bone, GYAH, TIDAK BERGUNAAA!!!!! Teriakan monster itu menggelegar, menyebabkan salah satu tebing didepan jatuh. LIGHT! YA! *ngiiit* RMAU Light menghindari jatuhan tebing itu, Berhasil! JANGAN SENANG DULU! Didepan kami, banyak anak buah monster itu sudah bersiap siaga. LIGHT! LINDAS SAJA MEREKA! BAIIIK! *NGEEEEEEEEENGG* AAAAAAAAAAAH!!!! Monster monster itu terlindas. LIGHT, SHEIZAN, LIHAT DIDEPAN! Eh? Didepan, jalan yang luas sudah terlihat. AAARGH, MUNDUR, SEMUANYA! Monster itu memberi perintah pada anak buahnya, mereka pun lalu mundur dari tempat itu dan menghilang.
Tak lama kemudian, keadaan terlihat aman. Sial! SIAAAL! teriak Light. Akutidak bisa menjaga Michelle aku gagal untuk memenuhi permintaan Francoapalagi aku meninggalkan dia dalam keadaan seperti ituSIAAAAAL! Dalam keadaan seperti itu? *!* Light saat kau pergi ke danau bersama Michelleapa kau, hanya berciuman? Bukan bukan hanya ituaku jugamelakukan itu dengan dia Aku mulai paham sekarang, dia Baru saja kami melakukan itu, sekarang, diadia sudah*hiks* Light menangis, rasanya sudah lama sekali sejak melihat Light menangis seperti ini, terakhir kali saat pemakaman para pahlawan Battle of Cauldron.
Kita tetap harus berjalan maju Kata kata Bone mengejutkan aku dan Light yang masih berduka atas hilangnya kedua kekasih kami. Apa kaliansama sekali tidak peduli? tanya Light. Maaf, kami tidak tahu apa yang sedang kalian rasakan kata Bone. DASAR, KALIAN MEMANG HANYA BESI TUA YANG TIDAK PUNYA PERASAAAN! teriak Light. Light! Jangan begitu, mereka teman seperjalanan kita! kataku. JADI, KAU TIDAK PEDULI DENGAN MATINYA KEKASIHMU? Teriak Light lagi. Kau kau pikir HANYA KAU YANG MERASAKANNYA, HAH? AKU JUGA MERASAKANNYA, KAU TAHU? RASANYA SAKIT! LUKA INI TIDAK AKAN SEMBUH SAMPAI ENTAH BERAPA LAMA!...... Aku juga merasakannya, Light, percayalah teriakku Light terdiam. Bagaimana, Pein? tanya Bone. Yah kurasa kita tunggu saja mereka disini
Tak berapa lama, tiba2 muncul suara suara*kresekkresek* *!* Musuh? kata Bone. Bone dan Pein menyiapkan senjata, aku dan Light masih melamun tentang Mina dan Michelle, saat kami sadar dan melihat ke arah sumber suara, muncul seorang Bellatian dan seorang Coritan. Hei, mereka harus kita apakan? tanya si Bellato. Entahlah, apa tidak apa apa kalau mereka sedekat ini ke Hideout? tanya si Cora. Hei kalian, ada urusan apa kalian datang kemari? Tanya si Bellato pada kami. Kami hanya mengembara jawab Bone. Uhh bagaimana ini, bagaimana kalau mereka berbohong? Ehmm bisakah aku bertemu dengan Protector kalian? *!* Dari mana kau tahu tentang itu, Accretian? kata si Cora Aku pernah kesini, dulu sekali. Izinkan kami masuk ke dalam Hideout kata Bone lagi. Bagaimana ini? tanya si Bellato. Biarkan mereka masuk kata sebuah suara. Seorang Accretian muncul di belakang kedua orang tadi. Lama tidak bertemu, Bone kata Accretian itu. Huh, kukira kau sudah hilang, Verdebuster. kata Bone. Heh, jadi sekarang mereka teman seperjalananmu? kata accretian yang dipanggil Verdebuster itu Ya bagaimana, kami boleh masuk sekarang? tanya Bone. Tentu, mari, ke arah sini
Kami berjalan terus ke arah depan terus, sampai menemukan sebuah gerbang. Ahhh, lama tidak kesini, ya. kata Bone. Bukan hanya lama, laaaama sekali Yah, sekarang kau Protector? Bukan, aku hanya Vice Protector, Protector sedang ada di rumahnya kata Verdebuster. Begitu ya, jadi sang Protector sendiri rumahnya berada di luar? Begitulah, eh, ayo masuk ke Bar, kalian bisa santai di sana Kata Verdebuster. Jadi, Bar itu belum diruntuhkan? Tentu saja, kau kira dimana kami bisa menaruh foto foto para Protector?
Di jalan menuju bar, BoneCrusher menceritakan semuanya pada kami, ternyata ada sebuah tempat persembunyian bagi para deserter, walau begitu, beberapa petinggi ternyata pernah singgah dan pergi, walau tidak melapor tentang tempat ini. Bone juga menceritakan tentang Verdebuster, ternyata si Verde ini adalah rekan kerjanya dalam meneliti virus hay, dan salah satu yang disebut sebagai Protector. Ada tiga orang Protector, satu Leader, dan dua Vice. Salah satu Vice adalah Verdebuster, Vice kedua bernama Resin, tapi tepatnya aku belum lihat, katanya dia seorang Bellato. Sementara sang ketua sendiri adalah seorang Cora, kata Verde, tapi dia tidak memberitahu namanya, dia ingin itu jadi kejutan untuk Bone (?)
Akhirnya kami sampai di bar, nama bar itu Hall of Heroes.
Disini terpampang beberapa Protector terdahulu. Misalnya ini, para Protector pertama dan kedua, kami adalah generasi ke lima sejauh ini. Verde memberi penjelasan. Lalu kubaca satu satu. First Protectors, Raxion, Vinze, Miriam, the Founder of the Hideout. Hmm kenapa aku merasa kenal mereka ya? Oh, mereka yang kulihat di mimpi! Kau pernah melihat para Founder di mimpi? tanya Verde. Iya aku melihat mereka berada di sebuah kuil kuno kataku. Jangan jangan ramalan itu kata Verde. Ya, karena itulah aku jadi tertarik dengan mereka. Oh ya, ada satu lagi, Pein, keluarkan kristal itu. Kata Bone. Pein mengeluarkan kristal yang berkilau. Oooh, ini Holystone kata Verde Masa? Sepertinya tidak ada yang sebesar ini kata Bone. Ada kata seseorang di belakang kami. Eh, hai, Resin, lihat siapa yang kembali kataVerde. Kaukembali kesini? Huh, sepertinya kau harus diganti, Verde. Apaaa? Aku sudah susah susah mebgikuti pemilihan kata Verde memelas. Bone jauh lebih ahli daripada kau, ya kan? kata Resin lagi.
Aku melanjutkan membaca bagian keduaSecond Protectors, Hazel, Layla, Saber Hmm Hei, Verde, pemimpin berganti tiap berapa kali? Seorang Protector berkuasa selama tujuh tahun, sampai dia dirasa harus diganti, atau sampai dia menyatakan pergi dari tempat ini Kata Verde. Heeeei Veeerde! Seorang wanita Cora menghampiri Verde. Hei lihat siapa yang datang kata Verde. Aaaah kauBONE! Wanita Cora itu langsung loncat ke arah Bone dan jatuh di atasnya. Wahkamu masih seperti dulu yah, Namine Wanita Cora yang dipanggil Namine itu mengangguk. Hei, sudah tahu Protector sekarang belum? tanya Namine. Belumsiapa? tanya Bone. Dia Jangan disebut, Namine, belum saatnya kata Resin. Beuh, kalian berdua
Aku lalu mendekati Light yang baru saja kelihatan, ketika, tiba tiba pintu terbuka, dan
End of Chapter Twelve
--------------------------------------------------------------------------
Sheizan Notes: Supernova Bow, Dragonfly Staff, dan Blazing Phoenix
-Supernova Bow, salah satu dari Ultima Weapons, adalah senjata dengan kemampuan penghancuran yang luar biasa, kekuatannya jauh melebihi bahkan sebuah Hora Bow, orang yang memakai panah ini dapat melihat lebih jauh daripada orang kebanyakan, dan pengguna Supernova Bow dapat menggunakan skill khusus yaitu Force Arrow, yang memungkinkan penggunanya menggunakan panah tanpa memakai anak panah, hanya menggunakan FP mereka untuk menciptakan anak panah. Panah ini berwarna emas
-Dragonfly Staff, salah satu dari Ultima Weapons, adalah Staff dengan kemampuan untuk jauh diatas bahkan Hora Staff sekalipun, Pemakainya dapat menggunakan Force Elite, bahkan Master, tanpa susah payah. Pemakai senjata ini dapat menggunakan skill khusus yaitu Ground Zero, yang merupakan ledakan dahsyat yang menggabungkan semua elemen. Tongkat ini berwarna hijau emerald.
-Blazing Phoenix, salah satu dari Ultima Weapons, memiliki daya hancur yang luar biasa besarnya, bahkan dikatakan sebuah Hora Akeron Launcher pun dikalahkan oleh senjata ini. Pemakainya dapat membidik kepala musuh untuk mendapat headshot dan men stun musuhnya dengan mudah. Pemakai juga mendapat skill khusus yaitu Elemental Bombardment, yang membuat peluru yang sedang dipakai berelemen dan menembakkan satu magazine penuh (100 peluru) yang masing masing elemennya menjadi berbeda. Senjata ini berwarna merah ruby. |
|