Go to Forum New

Twisted Reality -Rebirth- Xover with Naruto (SIDE STORY DONE!)

Last Edited by Zenos on 1-2-2011 04:29

Zenos presents....
a comeback of a legendary fic remade to totally different fic

TWISTED REALITY -REBIRTH-

SUMMARY :
A world thrown into chaos... an arrival of a young hero soon to be a twisted man... who's savior and the executioner of human race...

CROSSOVER X NARUTO
_________________________________________________________________

CHAPTER INDEX


_________________________________________________________________

CHARACTER ILLUSTRATION

MELANGGAR HAK CIPTA WKWKW

Vladimirz :

Lengkap dengan battle armornya
beneran 100% persis copas dengan karakter League of Legend

Female Kyuubi :

copas lagi~

Isolde :

copas lagi~
Fav Share

Last Edited by Zenos on 4-9-2010 21:05

hey - narrator
hey - main character's thinking
"hey" - character speaking
hey - inner character speaking (ex, kyubi)


PROLOGUE
Traitor's amends

====================================

This is necessary..... Seorang pria berambut spiky blonde memakai jubah bewarna kuning keemasan berdiri di atas sebuah tebing dengan gagahnya. Ribuan accretia, cora dan bellato terlihat jauh di bawah tebing. Accretia dengan Black Siege Kitnya membentuk sebuah kumpulan titik2 hitam. Cora dengan Isis emasnya membentuk sebuah formasi bewarna emas yang indah. Bellato dengan MAU hijaunya membentuk kumpulan2 raksasa hijau yang mengamuk di kejauhan

This world is mine... Pria tsb menjulurkan tangan cyber kirinya (bayangin tangan acc striker lv 47), kemudian ia menciptakan sebuah bola chakra biru yang berputar dan semakin membesar dan membesar hingga sebesar bola basket.

I'm sorry Dad... it cant be helped.. Udara dan angin di sekitarnya mengamuk seakan-akan membentuk tornado dengan pusatnya pada bola chakra biru. Di sekitar tebing tersebut terlihat bayangan sebuah shuriken raksasa mengelilingi pria tersebut sebagai pusatnya.

"Tai Dama RASENSHURIKEN"

3 YEARS AGO....

"Fton: Rasenshuriken"

"Kirin"

Sasuke menerjang ke bawah dengan kumpulan elemen petir di tangan kanannya. Naruto dalam Sage Mode menerjang ke atas dengan prized-jutsunya yang memancarkan bayangan putih shuriken raksasa di sekitarnya.

..... Sekejap dalam radius 5 kilometer, yang tadinya hutan rimba yang rindang sekarang terbentuk kawah hasil ledakan dahsyat.

"ughh.." Sekujur badan Naruto yang masih dalam mode Sage bersimbah darah. Ia berusaha bangkit, tetapi tidak memiliki tenaga lagi...

damn furball please hurry up healing my wound will ya? Naruto berusaha berkomunikasi dengan inner demonnya.

.........

Furball??

Nice one brat, u are missing something on your body...

What are u... Naruto menengok ke bagian bawah leher badannya....My chest has a hole... how am I still alive? sebuah lubang yang menganga di dadanya... Am I going to die here?

Terdengar suara langkah kaki mendekat...

"Dobe... u are too stubborn to die here..." *COUGH* Sasuke tiba2 jatuh berlutut di depan Naruto, "You are so foolish... what abour ur dream becoming a hokage if u are dying like this?"

!!!!! Naruto sangat terkejut mendengar perkataan Sasuke yang selama ini dia kira tidak akan bisa diselamatkan lagi... Dia berusaha membuka mulut, tetapi sia2 saja usahanya.

"I said there are 2 choices, either you kill me and become a hero or I kill you as another obstacle for my path of revenge...." Sasuke tetap menatap wajah Naruto yang bersimbah darah dan lumpur, "I have no dream... I killed my brother who actually loved me... and u still have a dream..." Sasuke menatap mata Naruto yang hampir tidak bernyawa...

"I'm sorry Naruto...... Kagutsuchi.." Tiba2 sebuah portal black hole muncul di atas mereka.

"By sacrificing one of my Eternal Sharingan Eyes... I found a way to  open a gate to another entity. My Kagutsuchi rewinds back ur condition to before our fight and will take you to the portal.. even Madara cant accomplish this." *chuckle*

"Sasuke!! What are u doing??" Naruto berusaha menahan diri tidak terhisap ke dalam portal, tetapi dia masih terhisap perlahan-lahan menuju portal.

"I'm going to kill Madara.. i hope u find ur new life over there..." Sasuke menengok ke arah portal seiring badan naruto terhisap ke dalamnya.

"What the hell? SASUKE!!" Naruto terhisap ke dalam portal dan menghilang tanpa jejak....

=================================

Chip Mine... the 49th Chip War...

Portal terbuka secara horizontal dan Naruto terjatuh ke tanah.

Naruto bangkit berdiri sambil garuk2 kepala Where the hell am I? Ia melihat ke sekitar, dikelilingi oleh tebing2 curam, padang rumput dan  beberapa pohon aneh yang tidak dikenal.... tempat yang sangat asing bagi Naruto.

Is this another entity Sasuke said?

"BELLS!! KILL HIM!!"

BOOMMMM!! insting Naruto bekerja dan otomatis menghindari sebuah peluru launcher dari bebrapa accretia striker lv 41-50.

F***!! What are those?! so frigging faster than kunai and shuriken! Naruto menengok ke arah peluru launcher ditembakkan "Holy sh*t! Those mechanical things again!" (lihat Naruto the movie yg ke sekian, dah lupa yg movie naruto ketemu mesin2 gitu)

BOOOMMMMMMMM!!! Naruto melakukan handsign "Doton : Doryuheki" Jutsu kebanggan Sandaime menciptakan sebuah tembok dari tanah lumpur yang keras dan dapat memblok semua peluru launcher. Kemudian Naruto meloncat ke atas tembok tanah  dan melakukan handsign, " Doton: Dorykatsu" Tanah tempat accretia2 berpijak tiba2 terbelah menjadi 2 dan menelan semua accretia yang ada, lalu tanah menutup kembali ke semula.

"He's using a strange force magic! Beware!" Naruto melihat ke arah sumber suara. Ratusan accretia terlihat di kejauhan.

Damn too many... I have to run... fast

Sesaat sebelum Naruto shunsin, "Helpppp!!!" Terdengar teriakan seorang cora Grazier telah terpojokkan oleh sekelompok accretia Mercenary. Insting Naruto lagi2 bekerja untuk menolong sang cora. Naruto melemparkan sebuah Tri-ponged Kunai ke tanah tepat di depan sang cora berdiri dan melakukan handsign, "Hiraishin no Jutsu"

FLASHH!! Sebuah cahaya kuning menyilaukan tiba2 muncul di depan sang cora dan membuat para accretia lengah karena cahaya kuning yang terlalu terang membutakan mereka sementara, lalu tidak sempat mereka atau sang cora bereaksi, Naruto menggendong sang cora bridal style dan shunshin ke tempat lain yang jauh.

Naruto menurunkan sang cora yang masih tidak bisa berkata-kata. Lalu sang cora berkata, "I dont know why a Bell helping me, but thank u for saving my life."

"Pardon me, what is Bell?" tanya Naruto membuat sang cora keheranan... "Seriously you do not know Bell? Bellato?"

"No ma'am." Lalu sang cora mengamati Naruto... "U have weird armor... and what is that?" Sang cora menunjuk ninja head protectornya Naruto.

"This is my village's head protector, a symbol."  I bet she dont know anything of Elemental Nations... and what are those ears she has? sharp-tipped ears? weird fashion. And she's has weird skin color... everything about her is totally weirdooo

"Where is... ur village?" Tanya sang cora, In another universe.. "In a place very far far away." Jawab Naruto.

"Whole planet knows about Bellato- oh dear, we must get going!" Tanah mulai bergetar menandakan pasukan accretia mendekat.

"Where to?"

"There!" Sang cora menunjuk sebuah pesawat mothership Cora yang megah dan terang benderang memancarkan sinar hijau zamrud di sekujur badan mothership, "If u really dont know about Bellato, then either u are lying or u are an unknown race. Follow me." Nada sang cora menjadi tajam dan mengancam.

"All right..." Naruto hanya menurut saja I will find out about this world.... Sasuke...

========================================

To Be Continued

========================================

Doton : Doryuheki = Earth Release: Earth Style Wall
Doton: Dorykatsu = Earth Release: Earth Flow Divide
Hiraishin no Jutsu = Flying Thunder God Technique
Fton: Rasenshuriken = Wind Release: Spiraling Shuriken
Tai Dama Rasenshuriken = Great Sphere Rasenshuriken

TOP

Last Edited by Zenos on 29-12-2010 20:01

hey - narrator
hey - main character's thinking
"hey" - character speaking
hey - inner character speaking (ex, kyubi)


CHAPTER 1
Coming of Naruto Uzumaki

===================================

Meanwhile at Hokage Office

"Naruto disappeared? No trace at all?" Tsunade melipat kedua tangannya menghadap Kakashi yang berdiri di depan meja Hokage.

"My dog tracker nin couldn find Naruto's trace at all.... we found Sasuke's trace instead.." Kepala Kakashi tertunduk mengingat salah satu muridnya yang telah membelot dari desa dan menjadi missing nin yang paling diincar oleh keempat hidden village.

Tsunade bangkit berdiri, "Do you think...?" Tsunade berusaha mengucapkan sesuatu.

"Maybe Sasuke... had killed Naruto...." Ujar Kakashi

Seluruh badan Tsunade begetar menahan emosi yang kuat entah itu sedih atau amarah, "Have you found ... his body?"

"No.. But i found this instead." Kakashi merogoh kantong jaket ANBU nya dan mengeluarkan sebuah kalung dan memberikannya ke sang Godaime.

"Thit is... It cant be happening" Tsunade memegang erat kalung tsb.

Sang Godaime sudah menganggap Naruto sebagai salah satu most precious persons seperti yang pernah dikatakan Naruto...

==========================

Flashback

"We are strong enough, oba-chan!! Please send us to retrieve Sasuke!" Ujar Naruto mewakili team 7. Di belakang Naruto, berdiri Sakura yang juga mengharapkan yang sama dan Sai yang seperti biasa tidak ada ekspresi.

Sang Godaime melipat kedua tangannya, " You are still not giving up on traitorous Uchiha?"

"Never!!! I promised Sakura that I'd bring him back for sure and I still consider Sasuke as one of my most precious persons.. even he's a traitor!" Ujar Naruto menggebu-gebu.

"Really? Honestly, you are too kind sometimes, Naruto." *sigh*

"U bet!!"

End of Flashback

============================

"Beside that necklace, we found a chakra abnormality on the middle of crater." Ujar Kakashi

"Enlighten me." Perintah Tsunade

"I felt a sinister aura still lingering around on certain place. Only those of Sharingan's user can feel it.."

"And what do you mean?"

"It's quite the same when I tried to suck Madara by using Kamui. So the possibility are either Sasuke sucked Naruto into unknown dimension by using Kamui or he used some kinds of unknown jutsu that teleported Naruto into another place." Kakashi menjelaskan, "But, Kamui is leaving no trace of chakra usage..."

"ANBU!" Sekejap sekitar 2 ANBU bertopeng muncul di sebelah Kakashi, "Call Team 12 and team 8 over here, I've got another tough job for them." Kemudian, *poof* mereka menghilang. "And Kakashi, call over Sakura and Sai."

"I will." *poof* Kakashi melakukan sunshin

"... Naruto, I hope you're still alive somewhere."

===================================

The Capital City of Cora, Ilsidur
Cora Headquarter


DUAGH!! "OWW!!" Teriak Naruto sambil memegang kepalanya yang nyeri.

"Wake up, sinner! Thanks to her order, I'm not allowed to kill you, vermin."

Naruto berada di sebuah sel penjara di dalam pesawat mothership Cora. Sebelum Naruto sempat melihat interior pesawat tsb, ia dibius oleh sesuatu dan tertidur, kemudian dilempar ke dalam sel penjara.

"Hey! I saved one of your member's ass! You should thank me for that!" teriak Naruto

"Are you kidding me? No one told us you saved anything, sinner!" balas sang Cora grazier cowok penjaga sel.

Curse that woman!

Are you having fun, brat?

Wow furball you are still there

Such insolence! Call me The Great Kyuubi no Kitsune!

Whatever furball! Now, do you know where we are?

Like Uchiha said, another universe

That's it? Just another universe? I expect another thoroughly answer from oh the mighty Kyuubi no Kitsune

Silence, insolent brat! If I'm out of this cage, I'd rip you apart and feast on you-

I know I know, feast on my soft meat! You keep telling me that for hundredth time, of course I remember.

...

Furball? hey!

....

F*** you furball-CHAN! HAH!

.... I hear you..

"Get up, sinner!" Teriak sang penjaga memecahkan keheningan penjara. Naruto dengan malasnya berdiri dan menghadap sang penjaga.

Sang cora mengeluarkan sebuah botol kecil berbentuk prisma segitiga dan membuka tutupnya.

"What the-" Naruto secara tidak sengaja menghirup sesuatu dari botol tsb dan tiba2 kegelapan menyelimuti pandangannya.

"Bring him to Her Majesty, guards." Ujar sang penjaga kepada seseorang. Naruto akhirnya tertidur lelap dan tidak menyadari dirinya diseret oleh sekelompok cora ke suatu tempat.

=======================================

Beberapa menit kemudian....

"Wake up, sinner!" Teriak seseorang membangunkan Naruto kembali ke alam sadar.

"Huh?..."

"You are in the presence of Her Majesty! Kneel!" Dengkul Naruto dipukul keras oleh sebuah tongkat dan memaksanya berlutut.

F*** them!! I could blow their ass to nothingness!! Pikir Naruto dengan kesalnya

Why dont you?

Shut up furball-

"Head straight!!" Perintah sang cora yang ada di samping Naruto.

Sang ninja menoleh ke depan dan melihat sebuah ruangan yang megah dan penuh dengan warna zamrud hijau. Jauh di depan Naruto, terdapat semacam takhta kerajaan yang pernah Naruto lihat di suatu tempat dulu (lihat Naruto movie yang ada kota ala Eropa modern). Seorang Cora wanita yang berpakaian selayaknya seorang ratu berdiri di depan takhta kerajaan mengenakan sebuah jubah emas berkilau. Kemudian, Naruto melihat wajah dari sang ratu cora dan....

"Hey! You are that woman I saved-"

DUAGH! Tiba2 kepala naruto dipukul oleh tongkat sang cora

"Silence, sinner! How dare you speak to Her Majesty like that?!"

"You are these people's queen? How could a bunch of those mechanical things chased after your as-"

DUAGH!! "SILENCE!! Forgive me Her Majesty, this sinner cant learn his lesson."

"Hey! I stated a fact! And please dont keep hitting my head you ass-"

DUAGH!!

"All right, I'll burn your butt into hell-" Naruto melakukan one-handed handsign-

"That's enough." Sebuah suara yang sangat melodious dan terkesan anggun menggema seluruh ruangan. Seketika semua kericuhan terdiam dan Naruto menghentikan handsignnya, "I will get to the point. Bring this prisoner to my chamber after this." Perintah sang ratu

"But, My Queen-" beberapa cora berusaha protes.

"This is an order, I wont say it the second time." Ujar sang ratu secara tegas.

"All right My Queen." Ujar sang cora di sebelah Naruto, lalu dia mengeluarkan sebuah botol prisma yang sama digunakan untuk membius Naruto.

Nooo! That strange bottle again!

"No dont use it again on this prisoner." Perintah sang ratu. Sang Cora mematuhi perintahnya dan mengantongi kembali botol prisma tersebut, "I will be going then." Sang ratu meninggalkan takhta diikuti oleh beberapa pelayan cora ke dalam sebuah koridor di pojok kanan atas ruangan.

Setelah sang ratu menghilang dari pandangan, "Move it, sinner!" sang penjaga cora memaksa Naruto bangun dan berjalan ke dalam koridor yang sama.

Naruto berjalan menelusuri sebuah koridor yang panjang. Di sebelaj samping kiri kanan dan atas adalah akuarium raksasa di mana banyak sekali spesies laut yang belum pernah dilihat (Bayangin sea world di ancol). Sang ninja terkagum-kagum melihat ikan2 aneh yang beraneka ragam ukurannya, bahkan ada yang berukuran raksasa (Paus).

Wow these strange fishes are so awesome

Beberapa menit kemudian, Naruto tiba di ujung koridor di mana ada sebuah pintu kuning keemasan yang sangat megah dengan tulisan DECEM ORDER yang lurus ke bawah. Ada 4 penjaga cora yang terlihat tangguh dan seram masing2 di sebelah kiri dan kanan pintu berdiri tegak bagaikan patung, tetapi sangat mematikan.

"Stop right here, sinner." Naruto berhenti melangkah, lalu sang cora penjaga mengetuk pintu, "I bring the prisoner, My Queen."

Kemudian, pintu terbuka, "Bring the prisoner here and leave us alone." Perintah sang ratu dari dalam ruangan.

Menyadari sang penjaga cora tidak bisa protes apa2, "Come here, sinner. Go inside and give respect to Her Majesty." Naruto kembali melangkah dan masuk ke dalam ruangan. Secara otomatis, pintu tertutup dengan sendirinya.

"I cant keep calling you 'prisoner'." Suara yang tadinya terkesan sangat 'divine' sekarang kembali ke semula, suara normal seorang wanita. Naruto menoleh ke seorang cora wanita yang pernah diselamatkannya sedang duduk di depan sebuah cermin. Naruto melihat sosok wanita tersebut di balik armornya, berambut kuning berkilau dan lurus sampai ke pinggang, telinga yang tajam (seperti elf), wajah yang cantik dan teranggun yang pernah Naruto lihat selama hidupnya sama seperti ia melihat Hinata saat itu (accident pas Naruto secara gk sengaja mengintip Hinata yang sedang 'berlatih' di depan air terjun di episode filler). Sang cora memakai gaun yang sama saat tadi di takhta kerajaan semakin menambah kesan anggun dan karisma 'tak dapat disentuh'.
Naruto pun menjadi gugup, "I'm Naruto uzumaki, just call me Naruto for short...."

Sang Cora menoleh ke Naruto dan seketika kedua mata mereka saling bertemu, Naruto berdegup kencang, "I'm Isolde and why the formality, I saw you and your rudeness in front of me before."
"Err... sorry?"

"....."

"....." Keheningan terjadi...

"......"

"......"

"....ha..ha.." Isolde menahan ketawa dengan sebelah tangan

"...???"

"HAHAHAHAHA!!" Tiba2 sang cora tertawa terbahak-bahak. Naruto terkejut melihat tingkah laku sang cora  yang bener2 out of character, "I was trying hard not to laugh at you before!! You are so hilarious!"

"Hahaha.. he's such an ass! Keep hitting my head like there's no tomorrow" Ujar naruto yang tidak tahu harus menjawab apa.
"Well that's your fault!" Ujar isolde bercanda.

"By the way, why am I here? It's not common for a prisoner like me has a privilege to enter a Queen's chamber." Tanya Naruto.

"Hmm... I want to confirm something from you." Raut wajah Isolde kembali serius, "First of all, I'm sorry for not telling them that you saved me because I'm a queen and I must keep my image in front of people."

"It's all right. I'm rather taken aback that you are a queen." ujar Naruto

Lalu, Isolde mengamati Naruto yang kelihatannya tidak nyaman dengan posisinya berdiri.

"Hey Naruto please just dont stand there and come here sit with me." Isolde menunjuk sebuah sofa yang nyaman di sebelah meja cermin. Lalu, Naruto duduk di sofa tsb, "Please tell me what you are."

"This is gonna be a long story, Isolde-san."

"San? My name is Isolde not Isoldesan."

"Well in my village, we call older people's names or stranger's names added by -san. Just a habit."

"Hmm... I understand. Now tell me your story." Ujar Isolde yang tetap memandang mata Naruto, mata berwarna clear crystal green Isolde bertemu dengan mata berwarna sky deep blue Naruto.

"This is my story."

========================================

Sekitar 30 menit kemudian.

"So, you are a 'ninja' and came from another universe?"

Naruto mengangguk

"Sucked into a portal created by your best friend yet your rival?"

Naruto mengangguk

"And these 'ninjas' are warriors from your village?"

Naruto mengangguk

"You can do some magics called 'Jutsu' by consuming chakra? Oh one thing, what is chakra?"

"Chakra is a mixture of the physical energy present in every cell of the body and the spiritual energy gained from exercise and experience." Jawab Naruto.

"... If I were not saved by you, I would not believe you." Balas Isolde, "Can you tell me how chakra works?"

"Well i cant explain it so detailed, I'm not good with words, you know."

"OK then just show me."

"See my hand carefully." Lalu Naruto melakukan handsign secara perlahan-lahan, "This is called handsign, each handsign represents particular animal. For example this is Ox." Naruto melakukan handsign Ox. "To perform Jutsu, a set of handsign is required, greater the Jutsu longer handsign we must do." Kemudian, Naruto menyelesaikan handsign nya, "Kage Bunshin no Jutsu *poof*

Tiba2 ada 4 Naruto di depan Isolde.

"Woww...." Kagum Isolde

"Hello!" Ujar Naruto 1

"One of us is the real one." Ujar Naruto 2

"We are solid like the real one, but if the clones got hit so hard, they will go poof!" Ujar Naruto 3

"I can create hundreds even thousands of these clones, but that requires too much chakra for me to handle." Ujar Naruto 4 Well that's a lie

"Hmm... If you ran out of chakra?" Tanya Isolde

"We will use our life energy instead and shorten our life span...." Jawab Naruto.

"That's terrible..... Oh dear, time is running thin. Naruto, I'd love to chat with you some more, but I've got work to do."

"Queen's duty I know." Ujar Naruto 4 *poof* semua clone Naruto lenyap dan tinggal Naruto 4 yang asli.

"I will order you a chamber." Kemudian Isolde menghembuskan nafas yang panjang, "Guards!" Isolde kembali bersuara seperti seorang ratu, anggun dan menggema. Lalu, 2 penjaga masuk,

"Bring this prisoner into an empty chamber and do not harm him." Perintah Isolde.

"Affirmative, My Queen." Balas kedua penjaga dengan serentak.

Lalu, Naruto di antar keluar oleh kedua penjaga. Sang ninja menengok kebelakang sebelum pintu ditutup dan melihat Isolde melambaikan tangannya dan mengucapkan sesuatu menggunakan bahasa bibir.

hmm... she said 'Till we meet again' ...yeah we will meet again, Isolde-san

What a hot woman, do you think so, brat?

Shut up furball!

I caught you several times staring to her dynamite body when chatting with her! Hah!

That's not true! I love Hinata! Wajah Naruto menjadi kemerahan.

Brat, these days a man cant hold onto only 1 woman! Just bang her hawt as-

Enough you perverted furball!!! Naruto memutus hubungan dengan Kyuubi secara paksa.

"What's wrong prisoner? Move it for queen's order sake." Ujar sang cora Black Knight.

Naruto berjalan menelusuri koridor sekali lagi.

I wonder why you sent me here, Sasuke...

===================================

To Be Continued

===================================

Kage Bunshin no Jutsu = Shadow Clone Technique

TOP

Prologue typos Edited
Credit to TidalRanger

TOP

Last Edited by Zenos on 4-9-2010 21:06

hey - narrator
hey - main character's thinking
"hey" - character speaking
hey - inner character speaking (ex, kyubi)


CHAPTER 2
The Saviour

=====================================

At the crater where Naruto was last seen...

Sebuah kawah beradius 5 kilometer menjadi salah satu tempat yang diklaim historik karena di tempat ini terjadi duel habis-habisan antara seorang Uchiha dan seseorang yang mewarisi semangat klan Senju. Sasuke Uchiha, former Konoha Shinobi sekarang the most wanted missing-nin, dirumorkan sebagai penjelmaan dari Uchiha Madara dan Naruto sebagai pewujudan prophecy lahirnya The Sage of Six Path. Sangat ironis mengingat mereka berdua berasal dari team yang sama, yaitu Team 7 yang terdiri dari Naruto Uzumaki, Sakura Haruno dan Sasuke Uchiha yang kemudian terpecah oleh pembelotan Sasuke karena ambisinya untuk membunuh kakaknya satu-satunya, Uchiha Itachi. Team 7 mengalami nasib yang sama dengan team yang dahulu kala terdiri dari  "Three Legendary Sannin", yakni, Jiraiya, Tsunade dan Orochimaru dengan Orochimaru membelot menjadi missing nin dan melakukan eksperimen2 ilegal. Meskipun banyak orang menginginkan Sasuke untuk killed in sight, Naruto tetap percaya bahwa Sasuke masih bisa diselamatkan tidak seperti Orochimaru yang sudah terlambat tidak dapat diselamatkan.....

"This is where Naruto and Sasuke fighting each other...." Ujar Sakura yang menahan air matanya

I cant bear losing Naruto again... after Sasuke is almost hopeless to save.... Naruto.. you are such an idiot... Pikir Sakura seraya menghapus air mata yang hampir jatuh.

Sementara Hinata berada di ujung kawah dan berdiri di atas dahan pohon. Sang Hyuuga mengepalkan kedua tangannya dan memegang dadanya yang terasa sakit.

Where are you, Naruto? Pikir Hinata dengan kepala tertunduk.

"Where is this sinister aura you are talking about, Kakashi-san?" Tanya Shikamaru kepada Kakashi yang terdiam.

"... Follow me...." Jawab Kakashi.

For a teacher... to lose two of his student is almost unbearable.. Pikir Shikamaru.

Shikamaru mengikuti Kakashi ke bagian pusat dari kawah dan mendapati dot-dot hitam bertebaran di mana2 sekitar tempat itu.

"This is where I feel an unknown abnormality.. it's like I find something strange substance around me that I cant explain with words." Ujar Kakashi.

"Hmm.... You said you feel a bit of Kamui's chakra usage here?" Tanya Shikamaru.

"Yes."

"Can you try using your Kamui?" Permintaan Shikamaru sedikit mengejutkan Kakashi.

".. My Kamui is a target-oriented doujutsu, where should I target to warp?"

"Just focus at those black dots." Shikamaru menunjuk dot-dot hitam yang bertebaran.

"I'll give it a try." Kakashi menaikkan sebelah ninja head protectornya dan mengaktifkan Mangenkyou Sharingan, lalu menatap fokus ke salah satu dot hitam, "Kamui" , sebuah lubang besar menelan dot hitam tersebut..... Beberapa menit kemudian, lubang hitam yang dihasilkan oleh Kamui Kakashi tidak menghilang, tetapi terus ada seakan-akan tercipta distorsi ruang..

"Look like we have find out how to recreate the portal." Ujar Shikamaru, "Your Kamui created a part of a portal's gate each dot, so you must use Kamui at each black dot to completely recreate the portal." Ujar Shikamaru mengambil kesimpulan.

Raut wajah Kakashi menjadi agak lebih cerah, "There are about 50 black dots here, using Kamui at each of them will gonna drain my chakra away.... But, if this is the only way to retrieve Naruto, I'll do it." Ujar Kakashi

At least I still have hope... Pikir Kakashi.

"Some soldier pils will help and we can help too by transferring our chakra adding to yours. Naruto is our precious friend too...." Ujar Shikamaru.

Kakashi hanya mengangguk dan memulai melakukan doujutsu Kamui ke semua dot-dot hitam yang bertebaran di mana2.

==========================

Sai mengamati sekitar kawah dengan elang tintanya untuk menemukan jejak Sasuke dan melihat Sakura sendirian duduk di depan pohon yang rindang. Lalu dia menghampirinya.

"Hey Ugly, what are you doing here?" Tanya Sai.

"......" Kepala Sakura masih tertunduk.

"Kakashi need your help."

"........"

Poni rambut Sakura menutupi pandangan Sai untuk melihat matanya, tapi Sai tahu bahwa Sakura berusaha untuk menahan tangis.

"Ugly, are you crying?"

"Leave me alone, Sai-san...."

"I dont know why are you crying right now, but sit here and doing nothing wont change anything."

Kepala Sakura perlahan-lahan baik dan menatap Sai, "I guess you're right, Sai-san..." Lalu Sakura bangkit berdiri.

"Let's go Ugly." Lalu Sai melakukan shunsin dan menghilang.

Naruto.... now it's my turn to save you... pikir Sakura sebelum ia menghilang mengikuti Sai.

============================

Meanwhile at Cora Headquarter, Isildur.

Naruto dipandu oleh 2 Black Knight menelusuri sebuah koridor panjang, lalu mereka berhenti di depan pintu kayu dengan nomor 116.

"This is you chamber. If you need anything just ask the guard in front of the door." Sang Black Knight menunjuk seorang pria cora Guardian di samping pintu 116.

Naruto menatap sang Guardian itu, penjaga tsb tersenyum dan melambai-lambai, Naruto ikut melambai-lambai-

"Stand straight!!" Teriak Black Knight kepada Guardian tsb, "Seriously, this is why you were not qualified to become Queen's DECEM Guard."

Sang cora Guardian menjadi gugup dan memaksakan bediri tegak.

"Hey! Why do you insult him? He just only greeted me!" Protes Naruto terhadap sang BK.

"This is our business, outsider wont understand anything." Kemudian, kedua BK tsb pergi meninggalkan Naruto dan sang Guardian.

Naruto dan sang Guardian saling bertatapan selama beberapa detik sampai akhirnya sang cora memulai percakapan.

"...Hi, I'm your personal guard as my superiors asked me to. If you need anything just knock the door and I will respond." Ujar sang Guardian.

Naruto tersenyum lebar, "Hi I'm Naruto, what should I call you?"

Sang Guardian agak kaget dengan sifat ramahnya Naruto, "....I'm Vlazier, just call me Vlaz. But, please dont call my name when there are my superiors here."

"Vlaz, nice to meet you. I'll keep that in mind."

Kemudian, Naruto memasuki pintu kayu bernomor 116. Sebuah kamar sederhana yang terdiri dari 1 kasur bertingkat, 1 meja kayu, 1 kursi kayu dan 1 ruangan WC. Kamar berdinding keras bewarna putih kehijauan dan langit2 bewarna hijau gelap dengan corak2 tumbuhan.

Better than a cell Lalu Naruto meloncat dan berbaring di kasur. It's such a long time I havent sleep on a comfy bed!!!

Furball, are you there? Panggil Naruto kepada Kyuubi.

What?! Jawab Kyuubi dengan kasar.

Do you have any idea how chakra works on people here?

Why asking me?

Oh... I though you are the Oh Mighty All Known Kyuubi!!!

Insolent brat! Just shut up and never ever disturb my slumber again! Lalu Kyuubi memutuskan hubungan secara paksa.

*sigh* Really an unreliable furball... Naruto tetap berbaring sampai akhirnya ia tidur terlelap...

=======================

Meanwhile at Cora High Council Room

Isolde berdiri di tengah2 penjabat tinggi Cora yang mewakili koloni2 cora di seluruh planet Cora

I hate this job fending off those rotten old men Kesal Isolde.

Menangani sidang rapat bersama sudah menjadi kewajiban seorang Ratu sebagai pengambil keputusan dan pemersatu Clan-Clan. Bangsa Cora memiliki 1 kepercayaan terhadap DECEM tetapi terpecah-pecah menjadi beberapa Clan yang memiliki aliran DECEM sendiri2. Dan hampir setiap pewakilan yang diutus berusaha untuk mementingkan Clannya sendiri daripada kepentingan bersama.

"We need extra supply! My people are starving!"
"Silence! I know you just want those food for yourself!"
"Please reconsider about the decision to build a dam near my colony."
"We have not yet reached any decision! Please be inconsistent!"
"Can anyone hear my plea?!"
"I have a request!!!"

Isolde berusaha dengan sabar mendengar satu persatu keluhan para penjabat sampai akhirnya ia memutuskan untuk mendiamkan mereka semua, "Silence!", suara sang ratu menggema seluruh ruangan dengan sekejap mendiamkan semua penjabat cora.

"I said for a hundredth times, we must act together as an united Cora race, how can we fight those sinners if you are still debating internal problem? I'm so disappointed."

Semua penjabat cora masih terdiam sampai akhirnya seseorang berani untuk mengeluarkan pendapat.

"If you dont mind, My Queen. I want to speak my mind." Ujar cora yang telah berumur tua tersebut.

He's again! What's he scheming right now?! Pikir Isolde.

Penjabat cora tersebut bernama Galion yang selalu berdebat dengan Isolde.

"Be my guest, honored cora civil servant, Galion." Ujar Isolde mempersilakan Galion untuk berbicara.

"I heard there is one Bell under your protection? For what reason?" Tanya Galion dengan beraninya.

!!!! Pertanyaan Galio menghebohkan seluruh anggota.

As I expected, he's once again trying to corner me, huh pikir Isolde

"For everyone's information, this prisoner is not a Bellato, he's something unknown that I recently found at Chip Mine." Jawab Isolde

Galion sedikit terdiam, lalu dia melanjutkan lagi.
"Is this prisoner really not a Bellato? Can Your Majesty explain how is he not a Bellato?" Tanya Galion

"The ears are not sharp pointed like any Bellato and he's using some kinds of strange Force I've never seen before." Jawab Isolde.

"Quite agreeable... and what's the prisoner doing in the middle of Chip War?" Lanjut Galion.

"He's lost and seems like far away from his home. And to state a fact, he saved my life..." Jawab Isolde

Kericuhan terjadi lagi di antara para penjabat.

"How in the name of DECEM our Queen's life was in danger?"
"Summon those who are responsible!!"
"I know that even Queen's DECEM Guard is not that trustworthy!"

Galion mengangkat sebelah tangannya dan mendiamkan para penjabat.

"The prisoner saved Your Majesty's life? But, how was Your Majesty who's always in mothership got Her life in danger?"

"... Someone put me on sleep and brought me to the battlefield of Chip Mine." Jawab Isolde mengejutkan seluruh penjabat cora.

"How...? We will investigate this matter more thoroughly after this meeting." Ujar Galio, "Now let's move to another topic."

He's scheming again... pikir Isolde

"I dont mean no respect but for a Queen to let this prisoner into a Queen's chamber is not... common." Tekan Galion

Seluruh penjabat Cora lagi2 heboh.

"BLASPHEMY!"
"THIS PRISONER TAINTED OUR QUEEN!"
"EXECUTE HIM!"
"SO SHAMEFUL!"

F*** !! How did he know?!" Pikir Isolde.

"This prisoner was explaining his origin in my chamber, and I assure you he was still under guard of 4 highly trained Black Knight when meeting with me." Jawab Isolde dengan tenang.

"Can you let this prisoner explain to interrogators? Why should he explain to Your Majesty?"

"He was willingly cooperating if only he meets me face to face." Jawab Isolde

"... Then I request this prisoner to TESTIFY IN FRONT OF US" Ujar Galion yang kemudian disetujui dan didukung oleh banyak penjabat cora lainnya.

!!! What must I speak next?! Pikir Isolde

"CALL HIM HERE!!!"
"WE NEED TO SEE HIM AT ONCE!"

Seruan para penjabat cora akhirnya mematahkan pendirian Isolde.

I dont have any choice... Pikir Isolde mangambil keputusan.

"I will grant your request...." Ujar Isolde mengakhiri debat.

=================

Meanwhile at Naruto's chamber

TOK TOK TOK....

"Naruto, you are requested to see Her Majesty."

Naruto terbangun mendengar suara Vlaz, masih dalam keadaan setengah sadar, "All right, I'm coming...."

"Please hurry up. There will be 2 guards over here guiding you to High Council Room." Ujar Vlaz

High Council? Man I'm too tired of Council things! Pikir Naruto

Tetapi Naruto tidak memiliki pilihan lain dan bangkit berdiri, lalu merapikan pakaiannya yang agak kuset. (pakaian Naruto pas Shippuden)

"I'm ready." Ujar Naruto membuka pintu kayu.

"Please go this way." Ujar salah satu Black Knight.

Naruto berjalan dipandu oleh 2 BK dan sesekali menengok ke belakang. Vlaz melambai-lambaikan tangannya dah mengucapkan sesuatu dengan bahasa bibir.

'Good Luck' ? Thanks Vlaz-san Pikir Naruto sambil membalas lambaian tangan.

========================

Inside High Council Room

Naruto memasuki gerbang besar dan tiba di sebuah ruangan yang sangat besar juga dengan ratusan cora di sekelilingnya (bayangkan versi coloseum yang dikecilkan). Di langit2 terdapat kaca yang memancarkan cahaya sinar kuning yang menerangi seluruh ruangan, lalu di tengah2 ruangan Naruto melihat Isolde berdiri dengan anggunnya mengenakan suatu pakaian formal (pakaian archon cora cewek) dan jubah kuning keemasan.

Wuhuuuu look at her cleavage

Shut up furball!! Naruto mengaku, pakaian yang dikenakan Isolde agak 'terbuka' menampilkan aset2nya secara terang-terangan.

Does she have any shame?? Pikir Naruto

Unfortunately, these so called cora people dont have that

"Come here, prisoner." Perintah sang ratu.

Naruto berjalan perlahan-lahan ke tengah2 ruangan. Banyak penjabat cora saling berbisik satu sama lain yang membuat Naruto sangat tidak nyaman menjadi pusat perhatian mereka.
Sesampainya Naruto di tengah2 ruangan di samping Isolde.

"This is the prisoner, do you see any resemblance to Bellato people? Galion?" Tanya Isolde

"Such a strange hair color... golden yellowish is so rare even among us." Ujar Galion

What?! Now he's commenting Naruto's hair? Pikir Isolde dengan kesal.

Naruto terlihat gugup dan terdiam sambil menunduk ke bawah.

=====================

"How in the...." Tiba2 ada seseorang yang bangkit berdiri dan mau mengucapkan sesuatu, Isolde menengok ke arah orang tersebut.

??? Lapranzi? The oldest cora council members which is so seldom speaking his mind? Pikir Isolde.

Mendengar Lapranzi berbicara untuk pertama kalinya setelah beratus-ratus tahun mengejutkan semua penjabat cora.

"Let's hear what our Holiest DECEM Servant want to say." ujar Isolde dan seketika semua penjabat memperhatikan Lapranzi.

"... The prisoner is Human.... HUMANN!!! DECEM BLESS US!! HUMAN!!! HUMANNN!!" Teriak Lapranzi mengagetkan semua orang.

Human?!! What's a human? Oh wait... Really?!!! Pikir Isolde

Galio terlihat terkejut mendengar kata 'human' dan kembali menatap Naruto yang kebingungan.

"A human... the ancestor of DECEM, is standing here in front of us..." Ujar Galio menangkap maksud Lapranzi.

Tiba2 Galio bersujud yang kemudian diikuti oleh Lapranzi dan sekitar 500 penjabat cora di ruangan itu bersujud.

What's happening??!!! Pikir Naruto kebingungan.

"Naruto why didnt you tell me you were a human..." Bisik Isolde dengan suara normalnya dan kemudian ikut berlutut di depan Naruto, "You are our saviour..." Ujar Isolde kembali dengan suara menggema seluruh ruangan. Sekejap seluruh ruangan hening tidak ada suara sama sekali....

What's wrong with me being a human?!! Pikir Naruto kebingungan melihat semua orang menyembahnya
Looks like human is worshiped here as the ancestor of their god.

Hahaha they are worshiping me! What a joke! hahaha.. ha.... err...

They are bowing down to you right now, insolent brat

Semua cora masih bersujud di hadapan Naruto termasuk Isolde.

What do I do now??!!

Tell her to let you bang her as-

SHUT UP FURBALL!!

==================================

To Be Continued...

==================================

TOP

Last Edited by Zenos on 5-9-2010 21:59

hey - narrator
hey - main character's thinking
"hey" - character speaking
hey - inner character speaking (ex, kyubi)


CHAPTER 3
Interlude to a Great Accretia Fellow

====================================

At Elemental Countries.

"Kamui"

Kakashi menggunakan doujutsunya untuk ke sekian kali membentuk sebuah lubang besar yang muat untuk 1 orang.

"One person can fit this small-sized portal." Ujar Kakashi yang kecapaian.

"Should we send a Hyuuga? Byakugan is useful to scout inside." Ujar Shikamaru.

"No! Let me volunteer going inside!" Kakashi dan Shikamaru melihat Sakura menghampiri mereka berdua.

"Naruto is one of our team, Kakashi-sensei. It's proper for members to go after him first." Ujar Sakura berusaha membujuk mereka.

"I'm sorry Sakura-san, we need to think of a plan-" Tiba2 pembicaraan Shikamaru dipotong oleh Kakashi

"... All right, you can go in first." Ujar Kakashi.

"Thanks sensei!!" Ujar Sakura kegirangan. Sementara, Shikamaru hanya menghembuskan napas dan garuk2 kepala.

"Just step in front of the portal." Kakashi menunjuk sebuah lubang hitam kecil di dekatnya, "It's maybe a little scary."

"No problem sensei." Sakura berdiri tepat di depan portal.

"Put your hands inside the hole first." Ujar Kakashi.

Sakura memasukkan kedua tangannya ke dalam lubang dan merasakan sensasi aneh... "Sensei, I feel sick.." Ujar Sakura.

"Human's senses cant handle the feeling of dimension distortion, so keep up with it." Ujar Kakashi.

Tiba2 tangan Sakura ditarik oleh sesuatu, "Kyaaa-" , sekejap Sakura terhisap ke dalam lubang. Kemudian, lubang tersebut mengecil lagi.

"So how many more I have to do Kamui?" Ujar Kakashi yang sedang duduk dan kecapaian.

"Until all people here can fit in, but let Hinata see your left eye again just in case."

"Fine." Kemudian, Shikamaru memanggi Hinata untuk memeriksa Sharingan-nya Kakashi.

==========================================

At Crag Mine

"Aww!!" Sakura mendarat di tanah dengan keras, "My butt..." Sang kunoichi bangkit berdiri sambil membersihkan debu2 tanah yang menempel dan mengamati sekitar.

Where am I? Underground tunnel? Pikir Sakura

Sang kunoichi mengeksplorasi sekitar dan menemukan banyak objek yang asing baginya.

This is kind of high-tech" Pikir Sakura sambil meraba-raba tembok terowongan.

"ENEMY SPOTTED!" Insting Sakura bekerja setelah mendengar suara keras dari kejauhan, "Who goes there?!!" Teriak Sakura.

Seorang accretia beramor lv 65 dengan job Assaulter melangkah mendekati Sakura. Berniat untuk meng-eliminasi segala non-accretia di hadapannya, accretia tersebut mengeluarkan sebuah pedang samurai yang berukuran 1,5 kali badannya sendiri. Sakura merasakan 'killing intent' dari accretia tsb dan memegang kunainya. Sang kunoichi tiba2 menghilang dan muncul tepat di atas sang accretia.

"SHANNARO!" DUARR!! Pukulan chakra-enhaced Sakura menggetarkan terowongan dan membuat tanah tempat accretia berpijak retak.

..!! It blocked my chakra-infused puch with its sword? Pikir Sakura tercengang. Sang accretia memblok pukulan maut Sakura dengan sebilah pedangnya.

Kemudian, Sakura meloncat menjauh dari sang accretia.

"Such a raw power... But.." Ujar sang accretia sambil mengangkat pedangnya tinggi2 dengan kedua tangannya, "Flash Step"

Dengan sekejap sang accretia muncul tepat beberapa senti di depan Sakura dan menghunuskan pedangnya vertikal. Crap! So fast! Pikir Sakura dengan panik, "Sunshin!!!" Sakura menghilang dan pedang membelah tanah tempat Sakura tadi berpijak bagaikan memotong keju.

Sakura berpindah ke belakang sang accretia menghindari tebasan pedang, tetapi tiba2 sang accretia menghunus pedagnya secara horizontal ke belakang. Sang kunoichi dengan cepat melakukan handsign,  "Genjutsu: Hanachiri Nuko"

Pedang sang accretia membelah Sakura menjadi dua, tetapi Sakura berubah menjadi ratusan daun pohon sakura. "Hmm? Petals?" Ujar sang accretia kebingungan terjebak Genjutsu untuk pertama kalinya. Lalu, daun2 pohon sakura berkumpul mengelilingi sang accretia dan perlahan-lahan menelannya.

"What the hell is this?! No one can fool me!! No one can fool Satetsu, the Avatar of War!!" Teriak sang accretia yang kemudian menghunuskan pedangnya ke depan, "Bladestorm" Sang accretia memutarkan pedangnya dengan sangat cepat dan membentuk tornado udara yang mengamuk.

Karena Satetsu harus berkonsentrasi penuh dalam melakukan Bladestorm, panca indera sang accretia terlepas dari efek Genjutsu. Sakura terhempas ke belakang menabrak dinding.

So strong... *cough* Sakura batuk darah dan terluka agak parah karena sayatan2 dari jurus Bladestorm di sekujur badannya.

"You got me there with your illusion." Satetsu mendekat dan mengangkat pedangnya, "Too bad it ended so quickly."

Is this the end? Pikir Sakura sambil berusaha bangkit berdiri dan mengumpulkan chakra yang tersisa.

Satetsu menghunuskan pedangnya- "Chj Giga"

"What!-" DUAGHH!! Sekelompok singa yang bewarna putih hitam menabrak sang accretia. Satetsu terdorong menjauhi Sakura.

"Ugly! Are you okay?!" Teriak Sai dari kejauhan.

Oh.. Sai.. thanks goodness Pikir Sakura sambil menghembuskan napas. Kemudian, Sakura berlari. "Run! Sai! That this is too strong!!"

Sai menyadari, kalau Sakura sebagai murid dari salah satu Legendary Sannin, Tsunade, tidak bisa mengalahkan sang accretia, maka Sai juga tidak akan bisa megalahkannnya.

"Flash Step" Tiba2 sang accretia muncul tepat di hadapan Sai, "Pressure Bomb!" Satetsu melakukan salto dan meyerang Sai.
       
"Chj Giga" Sai berusaha menangkis dengan mensummon singa kertas, tetapi pedang Satetsu memotong jutsu Sai dengan mudah.

"Sunshin!!" Sai menghilang dan berpindah ke belakang menjauhi Satetsu. Pedang panjang Satetsu meleset dan  mengenai tanah.

Using Sunshin so sudden drains my chakra so much

"SHANNARO!!" Memanfaatkan Satetsu yang sedang lengah, Sakura melancarkan pukulan chakra-infused ke punggung accretia.

"Nice try." Ujar Satetsu yang kemudian menggunakan skill Flash Step ke samping Sakura, "Power Slash" Satetsu menebas  pedangnya menimbulkan sayatan2 angin dan menghempaskan Sakura membentur dinding.

Sang accretia berdiri tegak dan membersihkan pedangnya dari noda2 darah Sakura, "Such strange powers you have, I feel that you all will be a threat to Accretia Empire in the future."

Sementara itu Sai tercengang melihat kekuatan sang accretia yang begitu mengerikan dan kemudian merasakan sesuatu dalam benak dirinya yang membuat badannya menggigil.

Is this what they call.... fear? Sai berusaha menahan ketakutan yang muncul, But i cant leave Sakura like that! Sai menggunakan hampir seluruh chakranya dan melakukan handsign "Kyodaina Chj Giga" Sai mensummon sebuah ular phyton kertas raksasa dan menyerang Satetsu.

"!!! Again-" Satetsu terjerat oleh ular raksasa tsb dan tidak bisa bergerak, "Ugh!!" CRANKK!! Pedang Satetsu terlepas dari tangannya dan jatuh ke tanah.

Sai memanfaatkan kesempatan ini untuk menolong Sakura yang sudah pingsan, "Hey Ugly, just hold on, I will get you out from here." Sai menggendong Sakura dan bersiap-siap untuk sunshin.

"Like hell you can get away!!" Teriak Satetsu, "Transformation : Lava Rage" Tiba2 Sekujur badan Satetsu berubah menjadi sekumpulan batu2 magma yang sangat panas. Ular kertas yang menjerat Satetsu terbakar oleh panasnya badan sang accretia.

So monstrous... Pikir Sai tercengang dan tiba2 tidak bisa bergerak karena ketakutan yang menguasai dirinya.

"Good job for getting me using my second transformation." Suara Satetsu menjadi lebih berat. Sang accretia mengambil pedangnya dan menghadap Sai, "Be honored you'll be killed by my hands." Sang accretia menghunuskan pedangnya untuk mengakhiri nyawa kedua shinobi.

Sai menutup mata menerima akhir hayat mereka...... Sorry Sakura, I cant do much.... Pikir Sai di saat2  terakhir

Beberapa inci sebelum pedang sang accretia menebas Sai, "I cant move!!" Teriak Satetsu yang tiba2 tidak bisa bergerak.

"Kagemane no Jutsu complete!" Shikamaru muncul dan menjerat Satetsu dengan jutsunya pada timing yang tepat, "Hurry up! I cant bind him any longer!"

"RAIKIRI!!!" Kakashi melaju dengan kecepatan tinggi, "That's cheating- ugh!" Protes Satetsu yang tetap tidak bisa bergerak.

"They are my students you bast*rd!" Raikiri Kakashi mengenai bagian dada sang accretia, "ARGHHHH!!" Teriak Satetsu terhempas membentur dinding dan berubah kembali ke wujud semula.

"This is not over!!" Satetsu bangkit berdiri mengejutkan kakashi dan shikamaru, How is that thing still get up after receiving my Raikiri Pikir Kakashi tercengang.

That thing beat Sakura and Sai to the ground.... Just as I expected it can withstand Kakashi's prized Jutsu Pikir Shikamaru.

"Remember this, I will hunt every one of you till the end of the world! For now, I'll let you all go." Tiba2 cahaya biru menyelimuti Satetsu, "Till next time, I really enjoyed the fight, HA HA HA HA-" Tiba2 Satetsu menghilang tanpa jejak (Satetsu menggunakan scroll portal).

Di belakang Shikamaru datanglah team 8, team 10 dan team 12, "Hinata, I need you look after Sakura. She's badly injured." Ujar Shikamaru. Hinata mengangguk dan menghampiri Sakura untuk merawatnya.

Kakashi menutup kembali sharingan-nya dengan head protector dan menghadap Sai yang masih mengigil, "... Sai you did your best."

".....Kakashi-senpai?" Kemudian Sai menenangkan diri, "For the first time, I feel ... fear.." Ujar Sai kepada Kakashi.

"Use this experience as your first lesson. To feel fear." Kemudian Kakashi menghampiri Sakura yang sedang dirawat Hinata.

======================================

Beberapa menit kemudian,

Kiba menuruni puncak gunung di atas Crag Mine dan menghampiri Shikamaru. Kiba menemukan 3 bangunan berbentuk menara (Chip) yang persis satu sama lain di kejauhan, masing2 menara saling berlawanan arah satu sama lain.

"Hmmm,... this world is a strange one." Ujar Shikamaru memegang dagunya,

"We didnt find any trace of Naruto and no shinobi as far as we can smell." Lapor Kiba.

"This is so troublesome... Kiba! Tell all shinobis to gather here!" Ujar Shikamaru. Lee mengangguk dan segera memanggil semua shinobi.

=====================================

Beberapa menit kemudian,

"Let's split up to each these strange building." Shikamaru menggambar sebuah peta di atas scrool kosong.

"Team 7 consists of Kakashi, Sakura and Sai will investigate this building." Shikamaru menunjuk bangunan Chip Cora, "Team 8 consists of Hinata, Shino and Kiba will investigate this building." Shikamaru menunjuk bangunan Chip Accretia. "Team 10 consists of myself, Ino and Chouji will investigate this building." Shikamaru menunjuk bangunan Chip Bellato. "Team 12 consists of Neji, Tenten and Lee will stay here and explore this place as much as possible."

"Our top priority is finding Naruto and bring him back home. So, make sure we return here for the next 1 week. Check your time because the time flow here is not the same as our world's." Ujar Shikamaru memberikan instruksi terakhir.

But I dont know how we go back to our home... I will think of it after we get Naruto back Pikir Shikamaru...

"Mission... commercing!" *poof* semua shinobi melakukan sunshin menuju target masing2.....

=======================================

Meanwhile at Accretia Headquarter, Plagos.

"-HA HA HA HA HA" Satetsu tiba di tempat tujuan dan masih tertawa sinis. Semua accretia di dekatnya melihat ke arah Satetsu.

"What are you looking at?!!" Ujar Satetsu menakut-nakuti mereka, "I'm not in the mood, so get on with it!!" Teriak Satetsu

"Hi bud! You looks so beaten. What's happened?" Tiba2 seorang accretia ber-armor lv 65 job Striker menyapa Satetsu.

"... Not your business, Xion." Satetsu berjalan menuju Weapon and Ammunition Shop, "I have new preys on my grasp." *chuckle*

Accretia Empire terbagi atas 2 kubu, yaitu kubu Empire yang taat dengan prinsip Accretia untuk menghancurkan mereka yang menentang termasuk bangsa Cora dan Bellatp. Dan 1 kubu Deserter di mana mereka memiliki kehendak bebas dan kebanyakan dari mereka bekerja sebagai tentara bayaran. Satetsu termasuk dalam kubu ke-2 dan sangat menikmati perang dan pertarungan sampai titik penghabisan bersama Xion, satu2nya teman yang menjadi partnernya.

==============================================

To Be Continued

==============================================

Chj Giga = Super Beasts Imitation
Kyodaina Chj Giga = Giant Super Beast Imitation
Kagemane no Jutsu = Shadow Binding Technique

Flash Step =
Menembah kecepatan gerak 8 X move speed pengguna.
Blade Storm =
Serangan memutar secara membabi-buta menghasil damage 0,3 X attack damage dengan total 70 combo.
Transformation : Lava Rage  (Satetsu only) =
Transformasi ke mode Lava Rage menghasilkan damage 0,5x magic damage ke musuh sekitar dan menaikkan semua stat sebesar 250%.

TOP

Last Edited by Zenos on 8-9-2010 00:03

hey - narrator
hey - main character's thinking
"hey" - character speaking
hey - inner character speaking (ex, kyubi)


CHAPTER 4
The Blood Vampire

===================================

Naruto duduk berada sebuah kamar mewah yang megah. Lantai yang berkarpet bercorak dendaunan pohon, langit2 berbentuk kerucut yang melalui kacanya menampilkan pemandangan langit malam yang sangat indah dengan bintang berkelap-kelip, dan yang membuat Naruto kagum adalah 4 sisi kamar berdinding akuarium ikan2 yang indah dan unik2 bentuknya. Dan lagi, Naruto bisa memberi input perintah berupa kata2 untuk menggunakan fitur kamar yang tersedia. Contoh, input perintah 'Cover the wall!' akan menutup keempat sisi kamar dengan gorden panjang, 'Cover the ceiling!' akan menutup kaca di langit2.  Sang ninja duduk manis di sebuah sofa yang empuk dan memegangi kepalanya seakan-akan sedang berpikir keras.

I'm now a leader of these cora people? Like a king? So unbelievable.. Pikir Naruto

Not too bad, isnt it? They treat you like a king, not like those fools from your damned village

True....

This world is so much better, why dont we settle and forget Konoha

No... I still have a promise to fulfill... and Konoha is still my home!

That's too bad... although there are so many hawt women here!

Shut up! Why you acting like Ero-sensei nowadays?!

.... I have my needs! So what?!

Your needs? Oh wait a moment.

==================================================

Flashback

"Even Kyuubi has a need for a mate." Ujar Jiraiya menjelaskan buku Icha2 Paradise.

"Eww... How do furball mate when he's inside my stomach?!" Tanya Naruto

Jiraiya meletakkan bukunya, "Since you are his jailer, I presume Kyuubi will influence your body to let our pheromones." Ujar Jiraiya sambil memegangi jenggotnya.

"Pheromones? So sensei means all women near me are gonna like me by just standing near them?"

"Well this is just my opinion. But I tell you, Kyuubi doesnt have any gender, so men are too possible to be affected by pheromones." Ujar Jiraiya sambil tersenyum mesum.

"Yuck! Are you now, ero-sensei?!" Naruto langsung menjauh dari senseinya.

"Who knows? Pheromones affected men and women alike unconsciously ha ha ha ha!" Ujar Jiraiya menetertawakan tingkah laku Naruto.

"How do you know all of these?!!" Tanya Naruto sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

"Dont underestimate my spy network, Naruto. Chat over! Now let's keep going!" Jiraiya bangkit berdiri dan meluruskan kedua tangannya.

Naruto masih ragu mengikuti Jiraiya, "Hey ero-sensei, you are not affected, arent you?"

"Of course not, little brat! I'm only interested in adult full grown woman! Not a brat like you!" Ujar Jiraiya menggebu-gebu dan mulai berangkat.

Naruto merasa lega, "Wait for me, ero-sensei!" Naruto mengejar jejak senseinya.

End of Flashback

========================================================

............. Hey furball..

What?! You were suddenly real quiet-

Are you in hot right now?

!! Insolent brat! What do you mean?!

From beginning, you said 'bang her as*' many times!

I'm giving you an advice since you are seemed not interested in women! It's normal for a man to lust after hot women!

So.. it's true you are in hot!!

I'm not!

You are!

I'm not!

You are!

I'm not!

You are!

Screw you! Kyuubi dengan paksa memutuskan hubungan mental dengan Naruto.

Horny furball! Pikir Naruto meledek Kyuubi.

tok tok tok...  Ada seseorang mengetok pintu kamar, "Your Higness, can I enter?" Isolde datang mengunjungi Naruto.

"Isolde-san? Be my guest!" Ujar Naruto mempersilakan sang ratu masuk.

Sang ratu membuka pintu dan melangkah masuk dengan berpakaian sama pas tadi di ruang high council. Melihatnya, pipi Naruto memerah dan berusaha untuk tidak melihat ke 'aset' Isolde.

"Isolde-san... Do you mind if I ask you to cover yourself?.." Naruto menengok ke atas pura2 tidak melihat sang ratu.

Sang ratu menutup pintu dan menjawab, "Hmm? What do Your Highness mean?"

Mendengar Naruto dipanggil sangat mulia, Kyuubi tertawa terbahak-bahak  Your highness? Pfftt Naruto tidak mempedulikan Kyuubi, "I mean.. your clothes are so revealing."

Isolde tersenyum, "This kind of clothes is normal for us, to show our body that's given by our creator is one form of respect to our god." Ujar Isolde menjelaskan.

"Err.. I'm still not daring to see!" Naruto menutup kedua matanya dengan tangannya.

*sigh* Isolde menutupi seluruh pakaian archonnya dengan jubah emas, "Is this good enough?"

Naruto mengintip, "Yea good enough!"

Brat... I'm wondering if you're still innocent little boy or pretending to be innocent..... Ujar Kyuubi sambil geleng2 kepala di kandang penjaranya.

I'm still PURE!!

Really? Lalu Kyuubi sekali lagi tertawa terbahak-bahak.

"Your Highness, we have more urgent matter." Ujar Isolde dengan nada serius.

"Just call me Naruto. I feel so uneasy being treated like a king." Naruto memegang keningnya.

"... All right... Na..ruto." Isolde kesulitan mengucapkan nama depan Naruto, "Forgive my rudeness, It's just so difficult to call our divine being with normal name."

"I'm a divine being??" Tanya Naruto kebingungan.

"Yes, Your Highness is a human. Our god's ancestor." Jawab Isolde sambil sedikit membungkuk.

So I'm a Hokage to them! Pikir Naruto, "What do I do now?"

"Please see this map." Isolde mengeluarkan sebuah gulungan peta dari kantong jubahnya dan berjalan menuju sebuah meja lebar.

Sang ratu membuka gulungan dan menjulurkannya ke atas meja, "This is where we are." Isolde menunjuk sebuah ilustrasi kota Cora Headquarter yang terletak di tengah2 pedalaman hutan rimba.

Naruto mengamati peta tersebut, Wow what a huge world. It's not like Elemental Countries Pikir Naruto takjub.

Because Elemental Countries is only on 1 island! There are so many unexplored island in our world, fool!

What?! Really?

You all ninjas are hopeless....

Isolde menunjuk sebuah garis yang membagi seluruh peta menjadi 3 daerah "This black thick line is the border of each race." Lalu Isolde menunjuk daerah pergunungan yang curam, "The sinners we called are Bellato Union race reigns this mountainous area." Lalu Isolde menunjuk daerah padang pasir dan sabana yang kering, "This is where our sworn enemy, Accretia Empire, reigns over."

Naruto menatap wajah Isolde, "Hey Isolde-san.."

"Yes, Your Highness?"

"If I order you to... strip naked, will you do it?" Naruto agak gugup, tetapi bernada serius.

EHH??!! Brat?! I really underestimated you!!! Kyuubi kegirangan seakan-akan bangga dengan Naruto. Tapi, Naruto tidak mempedulikan ocehan Kyuubi.

Wajah Isolde tetap tidak berubah ekspresi walaupun diminta hal yang memalukan, "I will, Your Highness." Dan Isolde pun mulai menanggalkan satu-persatu pakaiannya.

.........Fake..... Pikir Naruto sambil mengumpulkan chakranya di tangan kanan.

"RASENGAN!!!" Naruto berlari ke arah Isolde yang sudah telanjang bulat dengan ganas, "Who the hell are you imposing Isolde?!!" Teriak Naruto

"... Tch." Tiba2 dari mulut Isolde palsu keluar suara pria, "Sanguine Pool" , Isolde palsu berubah menjadi segumpal cairan merah darah dan menyebar ke segala arah menghindari serangan Naruto. Sang ninja membentur dinding dengan Rasengan-nya dan menjebol pintu.

"Hello... Naruto." Naruto melihat ke belakang dan cairan2 darah berkumpul membentuk tubuh seseorang.

"? Vlaz?!!" Ujar Naruto melihat sosok Vlaz.

"Impressive... how did you find out?" Tanya Vlaz.

Naruto menunjuk sang cora, "You were calling me YOUR HIGHNESS! Isolde would call me by my name! Lastly, Isolde is NOT kind of woman who's gonna strip like a wh*re!!!" Teriak Naruto, "Why were you imposing Isolde??!"

"...I'm sorry.. Naruto. My other side really wants to RIP YOUR BODY TO SHREDS!!!!!!" Gigi taring Vlaz tumbuh memanjang beserta dengan kukunya yang tumbuh memanjang tajam, "I'm Vladimirz, nice to meet you, Naruto. But, it's too bad we cant get to know each other any longer."

"Kage bunshin no Jutsu!!" Naruto mensummon berpuluh-puluh clone mengepung Vladimirz, "Just TRY!" Teriak para Naruto serentak.

Para Naruto melancarkan serangkai taijutsu ke Vladimirz bertubi-tubi. Saking banyaknya Naruto yang menyerang hingga saling bertumpuk di tempat Vladimirz berpijak membentuk sebuah gunung Naruto. Sementara itu Naruto asli masih berada di balik pintu yang jebol.

Tiba2 segumpal darah merah berkumpul di tepat di belakang Naruto asli. "F*ck!" Teriak Naruto frustasi menghindari tebasan cakarnya.

"Transfuzie de sange" Vladimirz menjulurkan tangannya ke arah Naruto yang siaga. Tiba2 darah Naruto keluar dari pori2 kulit dan terhisap masuk ke dalam tangannya secara terus-menerus.

What the hell?!! He's sucking my blood without touching me! Panik Naruto berusaha menghentikan darahnya yang terus keluar dari pori2 kulit.

Hohoho.. he can suck you dry, brat!

Shut up furball! Can you think how to fight him without getting my blood sucked?!

Easy. I will infuse your bloodstream with my demonic chakra. Beware, you'll feel strange sensation.

Anything is good! Thanks furball!

Kyuubi mulai mengedarkan chakra demonicnya ke seluruh aliran darah di badan Naruto, I feel.. strange. , Naruto merasakan sensasi hangat di sekujur badannya.

Hisapan darah Vladimirz berhenti, "Your blood tastes so foul..."

Brat!! Look out!!

Peringatan Kyuubi menyadarkan Naruto ke dunia nyata. Vladimirz menghentak loncat ke arah Naruto siap dengan cakarnya. Sang ninja melakukan handsign, "Fton: Daitoppa" , angin berkumpul di sekitar Naruto dan ditembakkan ke sosok Vladimirz dengan keras.

Vladimirz menggigit jari telunjuknya dan menyemprotkan darah ke depannya, "Sânge Scut" , darah membentuk sebuah perisai yang melindunginya dari hentakan badai angin.

"RASENGAN!!!" Naruto sunshin tepat ke samping Vladamirz dan menyodokkan bola biru ke pinggang Vladimirz.

Sang lawan hanya tersenyum saja, "Sânge Infectat" , badan Vladimirz meledak menjadi cairan darah dan mengenai badan Naruto.

Ewwww!! Darah kental menempel ke sekujur badan Naruto. Lalu darah yang menempal masuk ke dalam badan Naruto melalui pori2 kulit.

I feel so sick...  Naruto kehilangan staminanya dan jatuh berlutut.

================================================

Di alam pikiran Naruto

Vladimirz berhasil memasuki alam sadar Naruto dan berencana untuk mencuci otaknya, I'll rip this boy's mind apart and make him a mindless zombie

Sang cora melangkah menelusuri terowongan selokan yang sempit dan tiba di sebuah tempat yang luas, A jail inside his mind? Sebuah kerangkeng raksasa menjulang tinggi di ruangan tersebut.

Vladimirz mendekati kerangkeng tersebut dan menemukan sebuah kertas bertuliskan huruf yang tidak dikenalinya tertempel di tengah kerangkeng.

"I welcome you, intruder." Sebuah suara yang sangat berat dan berkesan 'monstrous' menggema dari balik kerangkeng. Vladimirz melangkah mundur.

Sesosok rubah raksasa berekor 9 menampakkan dirinya, "This is your first time seeing a Divine Beast, huh?"

Vladimirz terpaku di tempat, "What... are you?.."

Seluruh badan Kyuubi bersinar dan berubah menjadi bola sinar kecil berukuran bola tenis. Lalu, bola tsb keluar dari kerangkeng dan mendarat di depan Vladimirz. Kemudian bola sinar tsb membesar dan membentuk sesosok gadis cilik.

"I'm planning to show this form to little brat...." Ujar Kyuubi dengan suara feminim yang sekarang berwujud seorang gadis berusia sekitar 16 tahun-an berambut merah crimson menyala dengan panjang rambut sampai pinggang (N.B : style rambut sama dengan rambut Shana dari Shakugan no Shana tetapi lebih panjang!). Sang gadis cilik masih memiliki telinga rubah dan ekor rubah sebagai khas Kyuubi (N.B : Bagi yg tahu manga atau anime Spice X Wolf, kek gitu telinga dan ekornya, tetapi bewarna merah kekuningan). Mata kucing dengan pupil merah Kyuubi menatap mata merah darah tanpa pupil Vladimirz.

"To drive intruder away, I'll gonna need this form." Kyuubi menjulurkan tangan kirinya, "Begone!" , Lalu api merah membara keluar dari tangannya dan mendorong Vladimirz kembali ke terowongan selokan.

=================================================

DUARRR!! BOOM!! Naruto tersentak bangun karena bunyi2 ledakan, Huh? What's happening?

Naruto melihat sosok gadis cilik berambut merah crimson sedang membelakanginya, selain itu Naruto juga melihat sosok Vladimirz yang memilik banyak luka bakar di sekujur badannya. Anehnya lagi, gadis cilik tsb memiliki telinga dan ekor binatang.

"Dont you dare touch my Naruto." Ujar sang gadis cilik. Mendengar klaim sang gadis cilik atas dirinya, pipi Naruto memerah malu.

Melihat dirinya yang tidak mampu melanjutkan lagi ditambah dengan prajurit keamanan mothership akan tiba dalam waktu dekat, Vladimirz memutuskan untuk mundur ,"This is not over!" Vladimirz berubah menjadi gumpalan darah dan mengalir ke dalam ventilasi udara di dinding.

Melihat keadaan sudah aman, Naruto bangkit berdiri di belakang sang gadis cilik yang tingginya sebahu Naruto.

"Excuse me... err.. little one?" Ujar Naruto menyahut sang gadis cilik.

"Who are you calling LITTLE KID?!!!" Sang gadis cilik tiba2 memukul dagu Naruto ke atas membentur langit2.

"Aww!!" Teriak Naruto kesakitan setelah mendarat di tanah, She hits hard like Sakura! , Pikir Naruto sambil memegangi kepalanya yang sakit.

"You insolent brat knows your place!" Kyuubi menunjuk Naruto.

"... FURBALL?!!" Teriak Naruto yang sangat shock melihat Kyuubi berwujud seorang gadis cilik.

"I'm the mighty Kyuubi no Kitsune, not FURBALL!!" Naruto mengenali nada sombong Kyuubi.

"Wow... furball, how did you get out of... the seal?" Tanya Naruto penasaran.

"Listen!" Kyuubi memberitahu Naruto bahwa sejak Naruto berhasil mengendalikan kekuatannya di pulau tempat Killer Bee berlibur, Kyuubi bisa 'mengelabui' segel Yondaime dengan merubah gendernya dan keluar dari kerangkeng. Tetapi tentu saja Kyuubi tidak bisa membawa seluruh kekuatan demonicnya yang masih disegel, "I dont like changing my gender, but a fresh air out of that damn jail is so worthed the risk."

"You are so shorter than me!!!" Ujar Naruto membandingkan tingginya, "Furball! You look like an innocent little girl now!" Naruto menepuk-nepuk kepala Kyuubi.

Crap! She's gonna hit me! Pikir Naruto sambil menutup matanya menunggu pukulan maut............... yang tidak kunjung tiba. Naruto mengintip sedikit dan melihat Kyuubi bertingkah seperti anak manja dengan ekornya yang dikibas-kibaskan memeluk Naruto, Huh?!

Setelah beberapa detik, Kyuubi kembali sadar ke dunia nyata dengan pipi memerah mengingat ia bertingkah laku 'out of character' tadi , "...insolent brat.." , Kyuubi langsung melepas pelukan, "I told you to KNOW YOUR PLACE!!" Kyuubi menyiapkan tinjunya.

"Don hit meeee-"

"What's with the ruckus??!!" Isolde asli beserta satu kompi prajurit tiba dan menghampiri Naruto yang berdiri di depan pintunya yang jebol, "Who is she?!" Sang ratu menunjuk Kyuubi.

"How rude!!" Protes Kyuubi sambil menyilangkan tangan.

"Calm down, Isolde-san! Let me explain inside!" Ujar Naruto.

=======================================================

Sementara itu di Armory-119, Accretia Empire

"You failed." Ujar Satetsu kepada Vladimirz di sebuah goa, "As I expected from a weak race." , Satetsu mengejek Vladimirz

" You-" Vladimirz yang emosi dihentikan oleh Xion, sang Striker lv 65, "If I were you, I wouldnt move from that spot" Ujar Xion menodongkan Dark Divine Blaster Launcher ke Vladimirz.

"But still for a famous assassin is not being able to kill this Naruto person... makes my blood boil to fight him! Hahaha!" Ujar Satetsu sambil tertawa sinis.

Melihat tidak ada urusan lagi dengan mereka, "I'm leaving." Vladimirz melangkah meninggalkan goa, "Our business is not over, Vladimirz!" Teriak Xion dari dalam goa.

Brother... is it really necessary to work with them? Ujar Vlaz

Anything is necessary to kill the god Jawab Vladimirz

Brother.... Vladimirz berjalan sendirian di tengah menusuknya dingin udara malam sambil disinari oleh 2 bulan kembar....

===================================================

To Be Continued

===================================================

Fton: Daitoppa = Wind Release: Great Breakthrough

Sanguine Pool (Vladimirz Only) :
Pengguna berubah menjadi segumpal cairan darah.

Transfuzie de sange (Vladimirz Only) = Blood Transfusion :
Menghisap darah lawan yang berada dalam jarak tertentu. Pemakai harus diam di tempat untuk menggunakan skill ini secara terus menerus.

Sânge Scut (Vladimirz Only) = Blood Shield :
Menciptakan perisai dari darah sendiri.

Sânge Infectat (Vladimirz Only) = Infecting Blood :
Menginfeksi lawan sehingga lawan rentan terhadap segala serangan mental termasuk serangan penetrasi ke dalam alam pikiran lawan.

TOP

Last Edited by Zenos on 8-9-2010 00:03

hey - narrator
hey - main character's thinking
"hey" - character speaking
hey - inner character speaking (ex, kyubi)


CHAPTER 5
The Entry of Raxion

===================================

"Hakkesh Kaiten"
Hinata memblok semua serangan  panah dari para accretia phantom shadow. Team 8 tiba2 diserang oleh kerumunan accretia yang sedang siaga di dekat chip accretia.

"We need to fall back!" Teriak Kiba ke teammatenya.

"Hinata! Cover our escape path!" Shino menunjuk sebuah jalan setapak kecil di sebelah kanan chip accretia.

Seorang accretia phantom shadow tiba2 muncul tepat di samping Shino dan melakukan skill Silent Attack ke organ vital. Koloni serangga Shino berusaha meminimalisir serangan sang acc dengan melapisi badan bagian dada. Tetapi, pisau menembus dada Shino cukup dalam dan hampir menyentuh jantung. Shino terjatuh dan darah keluar bercucuran dari dadanya.

Why I couldn't detect it?!! Pikir Shino dalam benaknya.

"Shino!!! GATSUGA!!" Kiba menghancurkan sang acc tsb, "Shino, are you okay?!" Kiba terlihat khawatir melihat Shino yg memegangi luka tusuk di dadanya.

Shino yang batuk darah berusaha bangkit, "Don't mind me, proceed with our objective." Shino berdiri, lalu terjatuh lagi.

"Shino let me help you-"

"No! Just go with Hinata!" Teriak Shino yang memegangi luka di dadanya.

Sementara Hinata masih sibuk menangkis serangan banyak phantom shadow.

Kiba membantah "No way! I won't leave-"

Shino memegang kerah seragam jounin Kiba, "You will get us all killed!! Do a favor for me and GO!" kemudian Shino mendorong Kiba.

"Shino!! Damn it!" Kiba berlari ke arah Hinata, "Hinata! This way!" Panggil Kiba ke Hinata.

Sang hyuuga melihat Shino yang masih tersungkur, "What about Shino-kun?! We can't leave him here!!"

"He gave order to us! RETREAT NOW!"

Hinata langsung tahu apa maksud Kiba. Shino memberikan perintah sebagai kapten team kepada Shino dan Hinata kabur meninggalkannya. "But, Shino is our teammate!!" Ujar Hinata yang masih ragu.

"We have no choice, Hinata!"

Shinobis who leave his/her teammates are worse than trash Hinata mengingat nasihat Naruto.

"There is always a choice, Kiba-kun." Hinata menghentikan kaitennya dan shunsin mendekati kumpulan phantom shadow.

"Hinata!! Damnit!" Kiba dan Akamaru terpaksa mengikuti Hinata.

Kedua tangan Hinata menjadi warna putih dan chakra mengalir ke ujung jarinya.
"Hakur Tenbu" Hinata menyerang phantom shadow terdekat yang mengenakan armor range lv 47. Chakra meledak bersamaan ujung jari menyentuh sang accretia dan melontarkannya ke belakang.

Hinata dengan gesit melancarkan serangan yang sama  ke 8 phantom shadow di sekitar. Para accretia tidak mampu mengikuti gerakan shinobi yang sangat cepat, tetapi armor mereka yang keras membutuhkan waktu extra bagi Hinata untuk menembusnya.

"GATSUGA!!!" Kiba dan Akamaru bergabung membantu Hinata melawan accretia yang hampir tiada habisnya.

Lama kelamaan mereka dikepung oleh lusinan phantom shadow, "We are surrounded!" Teriak Kiba. Hinata dan Kiba saling membelakangi dengan punggung menempel, mengawasi setiap gerak-gerik para accretia.

"Halt!" Tiba2 suara yang berat menghentikan para accretia. Mereka bubar dan membuat jalan kepada seorang accretia...

Sosok accretia yang mengenakan armor lv 65 range dan Advanced Booster di punggungnya berjalan perlahan-lahan mendekati Hinata dan Kiba. Lambang Accretia terukir di armor bagian dada sang accretia dan ia memiliki aura seorang pemimpin.

Kiba langsung merespon, "Are you the leader?!"

"...." Sang accretia mengamati mereka berdua, "You are... what are you?" Tanya sang accretia.

Hinata menonatktifkan Byakugan dan menjawab, "We are shinobis of Hidden Village of Konoha." Ujar Hinata sambil agak membungkuk.

"Shinobi? A new job class? Konoha? Where is that?" Tanya sang accretia.

"We do not wish harm to your people, can you be kind enough to let us go?" Ujar Hinata berdiplomasi.

Sang accretia tidak menjawab dan melangkah mendekat dan mengelilingi mereka, "You are not cora... nor bellato..." Sang accretia mengamati tinggi badan dan penampilan fisik mereka, "No long ears and you are too tall for a bellato..."

Kemudian sang accretia mengamati Akamaru, "Hmm... strange creature." Akamaru mengeram dan mengonggong.

Hinata dan Kiba mengeluarkan keringat dingin dan gugup diamati oleh tatapan dingin sang accretia.

"As much as I'm curious about what are you two, I'm afraid I've my order from my superior to kill everything in sight near Accretia Chip." Sang Accretia melangkah membelakangi mereka, "Kill them all."

Kemudian seluruh phantom shadow bersiap-siap untuk menyerang lagi.

"Plan B Kiba-kun." Ujar Hinata sambil mengaktifkan Byakugan.

"Plan B??" Tanya Kiba bingung

"KIBA! STAND DOWN!" Kiba dan Akamaru menunduk dan menempel dengan tanah.

Chakra putih mengalir deras ke kedua tangan Hinata dari ujung jari sampai lengan.

"Shugohakke Rokujyon Sh" Gerakan Hinata sangat cepat dan terlihat blur. Sang hyuuga menghancurkan dan memukul mundur semua accretia di sekitarnya berserta sang accretia berjubah hingga hanya tersisa beberapa phantom shadow yang masih mampu berdiri.

Sang Accretia berjubah bangkit berdiri setelah menerima serangan bertubi-tubi dari Hinata dan menghadap mereka berdua, "Wow.. You are making.. noticeable damage here." Sang accretia melihat sekeliling, berpuluh-puluh accretia phantom shadow gugur, "What kind of Force is that?"

Jubah yang dikenakan sang accretia robek2 akibat serangan Hinata, sang Accretia melepaskan Advanced Boosternya dan mengeluarkan Dark Flame Throwernya, "Never mind, I will make you answer then.."

Hinata yang kecapaian dan 'chakra-exhausted', "He's still standing...". Kiba dan Akamaru berdiri di depan Hinata, "I'll fight him 1 on 1! Akamaru! Beast Clone!" Sang anjing shinobi mengonggong dan berubah menjadi sosok Kiba.

"Interesting skill.... Maybe you will be my worthy opponent after these boring years."

He looks tough Pikir Kiba yang mengambil ancang2.

"Remember my name, Raxion, the 3rd High Military General of Accretian Empire, till your last breath." Raxion menyiapkan Black Beam Siege Kit dan mengincar Kiba dari kejauhan.

"Hinata! Get away-" teriak Kiba ke Hinata yang berada tepat di belakangnya.

Raxion mencharging DFTnya sehingga terbentuk bola merah yang semakin besar di ujung moncong DFT, "DOOM BLAST" Bola api bercahaya ditembakkan.

"Sh*t!"

Akamaru dan Kiba terpaksa menghindar,"Hinata!!!"

"Hakkesh Kaiten" Hinata menciptakan pelindung chakra dan berusaha menangkis serangan Raxion.

Bola api bertemu dengan perisai chakra- BOOMMMMMM!!!! Ledakan dahsyat timbul dan melontarkan Hinata jauh ke belakang.

"Hinata!!" Teriak Kiba. Akamaru mulai bergetar ketakutan.

What a monstrous power! How can I fight a monster like him.. Pikir Kiba dalam benaknya melihat reaksi Akamaru dan rasa takut mulai menghantuinya.

"One simple skill made you afraid of me... I was wrong, you are not worth my time." Raxion menembak peluru launcher bertubi-tubi ke arah Kiba.

Kiba dan Akamaru berusaha keras menghindari semua tembakan peluru launcher yang rata2 jauh lebih cepat dari lemparan kunai.

Damnit! I cant get near him!" Raxion tidak memberikan kesempatan kepada Kiba untuk mendekatinya.

"Hijutsu: Mushidama" Dari kaki Raxion, tiba2 muncul ratusan serangga yg merayap naik ke badannya.

"What the... Bugs?!!" Raxion menyimpan kembali siege kitnya dan berusaha melepaskan serangga dari kakinya. Tetapi, serangga sudah mencapai bagian perut dan akhirnya menyelimuti seluruh badan Raxion sehingga Raxion terpaku di tempat dan tidak bisa melihat apa2 karena serangga yang menutupi pandangannya.

"Kiba! Get Hinata and let's get out of here!" Teriak Shino dari kejauhan.

These things don't have chakra... what are they? Pikir Shino melihat koloni serangganya tidak menemukan chakra di Raxion.

Kiba mengangguk dan menggendong Hinata yang pingsan.

"FOR LOTHAN'S !#$@!!! WHAT THE HELL ARE THESE DISGUSTING BUGS!!" Teriak Raxion sambil meronta-ronta berusaha lepas dari kerumunan serangga Shino.

Shino melakukan sebuah handsign dan serangga2 yg menempel di badan Raxion kembali ke koloninya, "Shunsin!" Shino menghilang diikuti oleh Hinata dan Kiba....

Kemudian, Raxion yang terengah-engah mendapati mereka bertiga menghilang, "..... They're gone... what a pain..." Raxion melihat phantom shadow yg bengong, "Hey you! Bring me casualty report on my desk tomorrow!" Sang phantom shadow hanya mengangguk saja.

=======================================

Meanwhile at Accretia Headquarter, Plagos.

Raxion berjalan sambil menenteng Advanced Boosternya. Semua Accretia yang ditemuinya hormat padanya... kecuali Satetsu.

"Dude, you look bored." Ujar Satetsu yang bertemu Raxion di depan Bank.

"Once I hear some1 calls me a dude, I know it's you, Satetsu." ujar Raxion.

"I'm flattered."

"That's not a compliment."

"Hmm, back to business. I've to tell you about some brats with strange uniform with strange skill and strange Force. Everything is strange about them." Ujar Satetsu dengan serius.

"... I met them too..."

Raxion adalah salah satu jendral di kubu Accretian Empire, sudah mengenal Satetsu sejak puluhan tahun yang lalu. Satetsu pernah menyelamatkan nyawanya dari kepungan MAU Bellato, jadi Raxion mentolerir segala pelanggarang yang dilakukan Satetsu, termasuk memanggil Raxion "dude"

==============================================

To Be Continued

==============================================

Hijutsu: Mushidama = Secret Technique: Insect Sphere
Shugohakke Rokujyon Sh = Protection of the Eight Trigrams Sixty-Four Palms
Hakur Tenbu = Heaven's Dance of Hazy White
Hakkesh Kaiten = Eight Trigrams Palms Heavenly Spin

TOP

Last Edited by Zenos on 29-12-2010 23:22

Last Edited by Zenos on 29-12-2010 23:17

hey - narrator
hey - main character's thinking
"hey" - character speaking
hey - inner character speaking (ex, kyubi)


CHAPTER 6
The Deadly Duo

===================================

Di hari siang bolong dan cahaya matahari terik menyinari Chip Bellato. Team Shika-Ino-Cho tiba di tempat dan bersembunyi dari para Guardian di balik batu.

"Target sighted." Nara Shikamaru, sang shinobi bergelar jounin mengeluarkan teropong mini dari saku celana dan mengamati bagunan chip Bellato dari atas tebing.

Ino Yamanaka yang berada di sebelah kiri Shikamaru, sang kunoichi bergelar chuunin mengelap keringat di dahinya,"What do we do now?" Tanya Ino kepada Shikamaru

Sementara itu Choji Akimichiyang berada di sebelah kanan Shikamaru, sang shinobi bergelar chuunin mengelus perutnya, "I'm hungry..."

"Enough of your complaint, Choji!" Ino kesal dengan Choji yg terus mengeluh.

Choji hanya mengangguk dan masih membayangkan makanan yakiniku di pikirannya.

Shikamaru masih mengamat Chip Bellato dan sekitarnya... "!!! Someone is coming!"

Mendengar peringatan, Choji dan Ino bersiaga mengeluarkan kunai dari saku mereka.

Shikamaru juga memegang kunai dan memandang sekitar mereka...

"BEHIND!" Shikamaru melempar shuriken ke belakang

TANG TANG

Suriken membentu sesuatu yg tidak kelihatan, "Choji! Ino! Formation!"

Choji, Shika dan Ino membentuk formasi huruf V dengan target yg tidak kasat mata berada di tengah V tersebut.

"............"

Beberapa menit kemudian.....

Tiba2 terdengar suara seseorang, "Hey are you kidding me, buddy? We were spotted minutes ago! Why the @#$% are we standing around?"

Seorang Bellato berserker keluar dari mode invinsible potion. Sang berserker mengenakan armor Lv 60 meele dengan sepasang Dark Hora Sword di kedua tangannya.

Terdengar lagi suara dari org yg berbeda, "I just want to see their reaction...."

Seorang Bellato berserker muncul terlihat di samping bellato tadi. Sang berserker mengenakan armor yg sama dengan tombak Dark Hora Spear.

"Hey you!" Sang bellato bersenjata pedang menunjuk Shikamaru, "Who are you and what are you?!"

Shikamaru sambil berusaha menganalisa mereka, "I thing it's proper for you two to introduce yourselves first."

Sang bellato berpedang mengerutkan dahi "Huh?! You kiddin-"

"I'm Veyron and my partner here is Ebenzer." Jawab Veyron yg bersenjata tombak.

"You can't be serious-"

"This area is off-limit for all other races than Bellato. State your names and business here." Sela Veyron tidak mempedulikan protes Ebenzer.

"I'm Nara Shikamaru and we are looking for our lost friend. Can you let us go? We will never see each other again." Ujar Shikamaru berusaha menghindari kontak fisik

"I don't think so... You three will come with us or.. we will make you come." Ancam Veyron dengan nada suara dingin.

".... I think we are not in an agreement here.."

"So be it..." Veyron mulai mengeluarkan hora spearnya, "... I can't move." Tiba2 dia tidak bisa bergerak.

"What the #$#$! I cant #$@# move!" Begitu juga Ebenzer juga tidak bisa bergerak.

"Kagemane no Jutsu is completed. CHOJI NOW!"

"Ok! Bubun Baika no Jutsu" Kedua tangan Choji membesar puluhan kali lipat dan dengan gesit mengenggam mereka berdua.

"Ino, cancel your mind jutsu. We don't know whether they are human or not, their mind can be dangerous." Ujar Shikamaru

"All right..." Ino membatalkan jutsunya.

Veyron dengan wajah tanpa ekspresi, "Hmm... strange Force you got there...but.."

Tiba2 Dark Hora Sword Ebenzer bercahaya gelap. Shikamaru mencium ada yg tidak beres...."Choji!! Cancel-"

SLASH!!

Tiba2 sabetan bertubi-tubi yg tidak tampak menyerang tangan Choji. Sang akamichi kesakitan dan melepaskan mereka.  Luka2 sayatan tampak dari ujung jari sampai lengan choji.

Kemudian, terlihat 2 pedang dark hora sword melayang-layang di sekitar mereka berdua, "Do you think you can bind us?" Kedua pedang tersebut menerjang Shikamaru

"Damn!" Shikamaru terpaksa mengcancel jutsunya untuk menghindar.

"Good job, Ebenzer." Ujar Veyron sambil meluruskan bahu, "Now it's our turn, shall we?"

Ebenzer tanpa basa-basi berlari dash langsung ke arah Shikamaru dan mengayunkan pedangnya.

So fast! Shikamaru menghindar ke samping-

"Double Crash!" Ebenzer mengayunkan kedua pedangnya sekaligus menyabet shikamaru 2 kali membentuk huruf X *poof* Shikamaru tiba2 berubah menjadi batang pohon.

"!!!" TANG! Di detik2 terakhir Ebenzer menangkis  kunai Ino dengan genggaman pedangnya.

"Nikudan Sensha!" Choji berubah menjadi bola manusia yg menggelinding menuju Veyron.

"Interesting...." Veyron menjulurkan  ujung tombak ke arah Choji, "My spear is very sharp."

Menyadari gerak-gerik Veyron, Choji memantulkan diri ke jauh ke atas. Lalu, ia menelan sebuah pil khusus clan Akamichi.

"Ino, get out of here!" Teriak Shikamaru sebelum ia kabur dengan melakukan shunsin. Ino menoleh ke atas dan menyadari maksudnya, lalu sang kunoichi ikut shunsin di tempat.

Sementara Ebenzer keheranan, "Ehh? Why are they running?" Ebenzer kemudian menoleh ke atas dan melihat Choji jauh di atas.

"Ch Baika no Jutsu" Badan beserta pakaian yg dikenakan Choji membesar puluhan kali lipat dan akan jatuh meniban kedua bellato tersebut

"Oh shit!" Reaksi Ebenzer.

"Stand beside me, partner!" Teriak Veyron.

DUAGHHHHHHHH!! Getaran dahysat terjadi saat Choji menyentuh tanah....

............

...........

...........

Ada sesuatu yg menonjol di perut Choji

"Dual Holy Barrierr." Ebenzer dan Veyron berdiri bersebelahan dengan kedua tangan diangkat ke atas, perisai berwarna kuning keemasan muncul mengelilingi mereka.

Rasa sakit yg menyengat menyerang perut Choji. Badan Choji menciut kembali ke asal dan roboh ke tanah sambil memegangi perutnya.

"Ouch that must be hurt." Ujar Ebenzer sambil mengambil kembali pedangnya yg tadi dijatuhkan ke tanah.

Shikamaru dan Ino segera sunshin ke belakang mereka.

"Kagemane no Jutsu" Bayangan Shikamaru memanjang dan bergabung dengan bayangan kedua bellato, "Ino! Get Choji out of here!" Ino muncul di samping Choji dan menggendongnya kabur di tempat.

"Again?" Ujar Ebenzer yg mulai mengendalikan pedangnya.

"This is different... Kage Kubi Shibari no Jutsu" Bayangan di dekat mereka berdua memanjang dan bermaterialisasi menjadi sebuah tangan yg merayap mendekato leher mereka.

"!!!" Tiba2 tangan bayangan tsb mencekik leher Ebenzer sehinggal kontrol Ebenzer ke pedangnya hancur berantakan, "Do something! Ugh!! Vey-ron!"

My chakra is almost ran out Pikir Shikamaru, "Ino now!"

"Shintenshin no Jutsu" Ino yg berada tepat di belakang Veyron untuk mengambil ahli kesadarannya.


Inside Veyron's mind....

============================================

Now where is the chair?... Ino tiba di sebuah ruangan putih kosong dengan sebuah kursi kayu di tengah2 ruangan.

Hmm this mindset is relatively the same as human...

Aha there it is! Sang kunoichi berjalan dengan girang menuju kursi tsb....

"You are forbidden to sit here...." Tiba2 terdengar suara wanita entah dari mana. Ino tersentak kaget dan mencari sumber suara tsb.

"He is mine... mine alone... " Suara tsb menjadi lebih keras, "GET OUT!!" Tiba2 Ino ditarik oleh sesuatu ke belakang.

===========================================

Ino kembali sadar dengan nafas yg berat dan membatalkan jurusnya, "There is someone inside his mind!!!"

Damn! That guy can shield his mind! Shikamaru masih mencekik leher Ebenzer, tetapi chakra mulai menipis dan cekikannya menjadi longgar.

"Yeah... maybe that 'someone' is my dead wife..." Ujar Veyron "And how dare you invading my mind..."

Veyron menggerakkan seluruh badannya seakan-akan jurus Shikamaru tidak ada efek baginya.

,Menyadari usahanya sia2, Shikamaru membatalkan jutsunya.

"Ugh... my neck..." Ujar Ebenzer yg bernapas lega.

Veyron berdiri tegap menghadap Shikamaru, "How about 1 more round?" Sang berserker tersenyum dingin seakan-akan berusaha menahan amarah.

"Veyron is pissed off now... Careful you guys. I will just sit and watch." Ebenzer melipat kedua tangannya.

What should we do Shikamaru dan Ino mengeluarkan kunai dan bersiaga untuk ronde berikutnya.

====================================================

Meanwhile at Cauldron Volcano

Di sebuah tempat di mana lava, magma dan gunung vulkanus sudah menjadi ciri khas tempat tsb.

"The Jinchriki has come...." Sesosok pria yang seluruh badannya tertutup oleh kain hitam gelap dan memakai topeng berwarna merah darah polos dengan 1 lubang mata sebelah kiri.

"Million years of waiting has paid off... Kamui" Membuka lubang dimensi dan ia tiba2 menghilang di tempat...

==============================================

To Be Continued

==============================================

Kagemane no Jutsu = Shadow Imitation Technique
Kage Kubi Shibari no Jutsu = Shadow Neck Bind Technique
Bubun Baika no Jutsu = Partial Multi Size Technique
Ch Baika no Jutsu = Super Mutli Size Technique
Nikudan Sensha = Human Meat Ball Technique
Shintenshin no Jutsu = Mind Body Switch Technique

Dual Holy Barrier
Force pertahanan gabungan hasil dari eksperimen beberapa Force Terang yg difusi. Hanya bisa dipelajari oleh bangsa Bellato karena membutuhkan teknologi mekanisasi bangsa Bellato untuk mempraktekkan force ini. (Meng-implant organ cyber termasuk tulang yg diperkuat karena dampak Force yg sangat membebani pemakai)

TOP

Last Edited by Zenos on 21-1-2011 20:22

hey - narrator
hey - main character's thinking
"hey" - character speaking
hey - inner character speaking (ex, kyubi)


CHAPTER 7
Void Shinobi

========================================

Sang Bellato berbaju zirah meele Lv 60 bersenjata tombak Dark Hora Spear berdiri tegap menghadapi Shikamaru dan Ino. Shikamaru yg sudah kehabisan ide untuk melawannya dan Ino yg hampir gak berguna karena mind jutsunya tidak mempan.

"How about a second round, shall we?" Ujar Veyron yg tersenyum dingin. Lalu, ia menunjuk Ino, "You will pay for invading my mind, little girl."

Shikamaru berkomunikasi dgn Ino melalui bahasa isyarat, "Ino, we must strike now while he was not ready."

Ino menjawab dgn bahasa yg sama, "I'm ready when you are."

"Now!"

Sekejap mereka menghilang dari pandangan dan menyerang Veyron dari 2 sisi yg berlawanan. Shikamaru mengincar leher dan Ino mengincar kaki.

Sang Bellato memiringkan tombaknya serong ke kiri atas dan memblok kunai Shikamaru dgn ujung tombak dan kunai Ino dgn ujung tombak yg tajam.

"Tornado." Veyron melancarkan sabetan tombak memutar dan melontarkan mereka.

Shikamaru jatuh ke tanah dan berusaha  bangkit, What can I do?? Think think think...

"KYAAAAA!" Shikamaru tersentak kaget mendengar teriakan Ino dan melihat Veyron mengangkat kerah seragam kunoichi Ino ke atas. Ino yg kelelahan dan hampir kehabisan chakra tidak bisa berbuat apa2. Kemudian, ia melempar Ino ke jatuh dari tebing.

"Ino-" Belum sempat Shikamaru bereaksi, Veyron tiba2 muncul di depannya dan menusukkan tombak tepat ke dada Shikamaru.

JEB! *poof* Veyron menusuk sebuah batang pohon. Shikamaru yg asli berdiri di belakang Veyron.

I have to do this... Shikamaru menelan 2 soldier pil untuk menambah chakra, lalu melempar bom asap ke arah Veyron.

BOOM! Asap tebal mengepul dan menyelimuti Veyron.

Forbidden art of Nara Clan... Shikamaru melakukan handsign dgn sangat cepat, "Kage Enmaku no jutsu."

Bayangan Shikamaru memanjang membentuk helai2 bayangan tali yg menyelimuti asap tebal. Lalu, tali bayangan tsb menekan ke dalam dan menyelimuti seluruh badan Veyron, lalu tali2 tersebut berrmaterialisasi dan  menekan keras (seperti dililit ular phyton).

Sementara itu, Ebenzer yg sedang menonton merasa cemas dan bingung apakah dia harus menolong partnernya atau tidak. Tapi, Veyron pernah memperingatinya kalau dia serius bertarung, partnernya tidak boleh ikut campur.

*crack* bunyi retakan terdengar, "Ok, that's it!" Ebenzer bangkit berdiri, "I'm sorry buddy, but I can't let my partner die."

"It's pointless, you can't go near me." Ujar shikamaru yg terlihat lelah.

Ebenzer tidak mempedulikan peringatannya dan menyerangnya. Kemudian, tepat 4 meter sebelum mencapai posisi Shikamaru, tiba2 badan Ebenzer terjerat oleh tali2 bayangan yg muncul dari bayangannya sendiri.

"My technique is still imperfect and uncontrollable...." raut wajah Shikamaru menjadi gelap, "Your partner will pay what he did to my teammate."

FLASHBACK

Nara Clan Residence

Shikamaru duduk bersila menghadap sang ayah yg juga duduk bersila....

"My son, do you know why we are the only people that can control shadow?" Tanya sang ayah.

Shikamaru menjawab sesuai dengan apa yg dia baca di buku sejarah Nara Clan. Setiap clan memiliki guru pribadi yg mengajarkan hal2 clan-oriented seperti sejarah dan jutsu clan masing2.

"The ability to control shadow was originated before the Elemental Countries were founded. The ancestors of Nara Clan were those who traveled form a far far away land." Jawab Shikamaru.

"Yes, that's true according to our history text book.... but, is shadow itself a substance that we can touch, hear, feel, taste and see?..Of course we can see shadow, but that for other matter." Tanya sang ayah.

Shikamaru berpikir.... bayangan terjadi karena efek sinar matahari yg terhalang oleh suatu substansi.

"I believe that shadow itself is not a substance or element of this world." Jawab Shikamaru.

"Then, why can we control the nonexistent substance?"

Shikamaru tidak bisa menjawab dan menggelengkan kepalanya.

"Okay then. Explain how do you feel when you are using shadow jutsu."

".....I just think about my own shadow... focusing my chakra to my shadow."

"And shadow is nonexistent substance. You get what I said?"

Bayangan bukan salah satu element yg membentuk dunia ini.... dan Nara Clan bisa mengendalikannya...

"Does father mean we can control nonexistent element?" Jawab Shikamaru mengambil kesimpulan.

"Bingo!"

Ketika Shikamaru berusaha untuk bertanya lagi, sang ayah memotongnya, "Let me explain....Hmm"

Sang ayah melipat kedua tangannya dan mulai bercerita, "This is the story from my father, your grandfather... but, before that." Sang ayah melakukan handsign dan me-mute semua suara di sekitar mereka agar pembicaraan mereka tidak bisa didengar oleh siapapun.

( The Story of Nara Clan's Origin )

Konon beratus-ratus tahun yang lalu, sebelum masa The Sage of Six Path yg mengenalkan chakra ke dunia, ada sekelompok orang yg memiliki kemampuan manipulasi ruang atau space. Mereka mengaku mendapatkan kemampuan mereka dari seseorang yg berasal dari tempat yg sangat jauh dan bukan dari dunia ini. Mereka dapat memanipulasi suatu ruang kosong sesuai kehendak mereka. Contohnya, manipulasi gravitasi, tekanan udara, materialisasi dan sebagainya. Karena kemampuan mereka yg sangat abnormal membuat mereka ditakuti oleh banyak orang sampai akhirnya diambil tindakan untuk memusnahkan mereka. Tentu dengan kemampuan manipulasi ruang kosong, mereka dapat melindungi diri mereka sendiri dari segala bahaya, tetapi ada 'cost' yg dibutuhkan... setiap kali kemampuan dipakai akan menggunakan energi lifeforce mereka. Oleh karena itu, mereka dan dunia bersepakat untuk menyegel kemampuan mereka dan diusir dari tempat asal mereka.

Setelah adanya chakra, mereka yg disegel kemampuannya menemukan cara untuk mem-bypass segel, tetapi untuk menghormati perjanjian, mereka hanya membatasi kemampuan mereka sampai manipulasi bayangan. Dengan chakra, mereka tidak harus menggunakan energi lifeforce.

( The End of the story )

Sang ayah mengeluarkan sebuah scroll dari kantong jubahnya, "This is the lost art of Void Manipulation."

Shikamaru menerima scroll tersebut.

"All Nara Clan's members are sealed automatically no matter where they came from... I tried to unlock my own seal... and failed horribly." Ujar sang ayah.

"Every clan heir will receive this scroll... in case the current clan head died to various reason including war."

Shikamaru hanya terdiam.... Perang dengan Akatsuki sudah tidak bisa dihindari lagi...

END OF FLASHBACK

"I value my teammates more than anything... I won't forgive anyone who harm my teammates." Pupil mata Shikamaru menghilang perlahan-lahan, lalu menghitam total.

Ebenzer yg terjerat tersentak kaget melihat mata Shikamaru, "It can't be... the prophecy...The Dark-Eyed Warrior"

Seketika terbentuk sebuah gelembung berwarna kehitaman di sekitar Shikamaru.

My chakra... is ran out by now and I'm forced to use my lifeforce energy

"Damn! We are done for!" Teriak Ebenzer yg berusaha melepaskan diri.

THE SEAL MUST NOT BE BROKEN, YOU VERMIN Suara menggelegar terdengar di benak kepala Shikamaru.

What the- Tidak sempat sang shinobi bereaksi, tiba2 ia hilang kesadaran dan membatalkan jurusnya. Ebenzer dan Veyron lepas dari jeratan tali bayangannya.

Kaki kiri Veyron bersimbah darah, "I... underestimated him.." Ujar Veyron yg memegangi kaki kirinya dan berusaha untuk menghentikan pendarahan.

Ebenzer bergegas menolong Veyron, "We have to bring this brat to the council." Ujarnya sambil membalut kaki Veyron.

"What for?"

"He has... black eyes... " Ujar Ebenzer. Veyron menyadari apa maksudnya.

...Sementara itu,

Yamanaka Ino bersusah payah berpegangan pada dinding tebing yg curam dan mendaki naik ke atas. Lalu, ia melihat sebuah benda yg mengapung di udara seperti kendaraan udara di ujung tebing. Shikamaru dibawa oleh kedua bells tadi ke dalam kendaraan tersebut.

Shikamaru? Damn it! He's gonna be interrogated and.. and... Ino tidak berani untuk berpikir jauh lagi, karena aturan setiap shinobi dan kunoichi jika kena tangkap dan akan diinterogasi, maka yg tertangkap harus... bunuh diri dengan cara apapun untuk mencegah informasi2 rahasia hidden village yg bersangkutan.

What can I do now...?

=====================================

To Be Continued

=====================================

Kage Enmaku no Jutsu => Shadow Membrane Technique

TOP

Last Edited by Zenos on 31-1-2011 17:45

Last Edited by Zenos on 31-1-2011 17:20

Last Edited by Zenos on 31-1-2011 14:33

hey - narrator
hey - main character's thinking
"hey" - character speaking
hey - inner character speaking (ex, kyubi)


CHAPTER 8
Fated Meeting

========================================

*Venryl : FIRST PERSON VIEW*

Nama saya adalah Venryl Lagonise, pria, tingkat kemampuan saya adalah level 65 dengan job Adventurer. Senjata yg saya pegang adalah senjata warisan dari ayah saya, yaitu Ionized Dark Cerberus Launcher...... Launcher? Bukannya Launcher adalah senjata khusus bangsa Accretia? Ayah saya... sebelum ia dikucilkan, berhasil memodifikasi launcher Dark Cerberus agar bisa dipakai oleh bangsa Cora, tetapi high council Cora menolak keras penemuan ayah saya dan malah mengusirnya. Konsep 'Hybrid Mechanized Force Warrior' yg ingin diwujudkan ayah saya terbuang sia2. Konsep yg menyatukan Force dengan teknologi untuk memperkuat militer Cora akhirnya diwariskan ke saya secara diam2. Tentu saja bangsa Cora melarang segala bentuk teknologi, maka ayah saya melengkapi senjata dengan fungsi 'Cloak' yg dapat mengelabui mata mereka yg melihat senjata ini seakan-akan melihat SI Dark Hora Bow biasa.

Melangkah keluar dari teleporter markas menuju Chip Mine, saya mengeluarkan gadget 'Varis' (semacam iPad, tetapi untuk keperluan navigasi peta) dan memeriksa lokasi sekitar dalam radius 1 kilometer. Dari mana saya mendapat gadget ini? Saya merancang sendiri gadget Varis dari sisa2 teknologi bellato dan puing2 accretia. Tentu saja saya juga harus menyembunyikan gadget ini dari saudara2 sebangsa saya.

Saya melihat 3 titik putih yg berarti 'unknown' atau objek tidak teridentifikasi dan 1 titik merah yg berati 1 musuh bangsa sedang berseteru. Saya bergegas menuju mereke secara diam2....

Semakin saya mendekat, suara ledakan dan dentuman keras semakin kencang. Saya tiarap dan merangkak perlahan.... kemudian, tiba2 terdengar teriakan seseorang.

"Kaiten!" Sebuah orb atau bola biru semacam perisai mengelilingi seseorang yg berpakaian aneh. Lalu, saya mengamati sekeliling.

Tiga orang atau makhluk tak teridentifikasi oleh gadget saya.. berarti mereka bukan bangsa cora, accretia maupun bellato.... Dan seorang bellato yg melawan mereka... astaga...

*END OF FIRST PERSON VIEW*

Sosok bellato berserker berpakaian armor level 65 meele Dragon Set yg memegang senjata Twin Dark Hora Spear.... siapa lagi dia kalau bukan Crescendo, satu2nya pemakai senjata tersebut. Crescendo yg dirumorkan memiliki kekuatan setingkat dengan Satetsu, mercenary Accretia yg melegenda, dan 1 tingkat di atas Deadly Duo bellato, Ebenzer dan Veyron. Twin Dark Hora Spear merupakan 2 tombak Dark Hora Spear yg digabung menjadi 1 sehingga memiliki 2 mata tombak di kedua ujung. Twin Dark Hora Spear memiliki panjang hampir 4 meter dan berbobot sangat berat, tetapi bagi Crescendo, senjata ini bagaikan pisau yg ringan.

"....." Crescendo membetulkan armor Dragon Setnya yg menutupi seluruh badan dan kepalanya.

Di depannya, Neji berlutut dan terlengah-engah. Luka2 sayatan dan memar di sekujur badan Neji. Di sebelah kiri Neji, Tenten dengan keadaan yg sama berusaha bangkit. Di sebelah kanan Neji, Rock Lee masih berdiri tegap.

"How can we defeat this... this monster?..." Ujar Tenten yg mengelap keringat pada dahinya. Tenten sudah mengeluarkan semua senjata shinobi, tetapi armor sang bellato sangat kuat dan kokoh.

Sang bellato melangkah maju-
dan menghilang tiba2

"Watch-" teriak Neji

Sang bellato menerjang Tenten yg lengah. Lee bergerak cepat-

DUAGHHH!! Lee menangkis tombak sang bellato dengan kaki kirinya. Mereka berdua mental menjauh.

Melihat Lee mengambil posisi, "Don't tell me you are gonna-"

"I will release the gates." Ujar Lee.

"I'm sorry Lee..." Neji tertunduk ke tanah. Keadaan memaksa Lee melakukan Gates Opening, pelepasan gerbang tenketsu yg memberikan kekuatan dan chakra lebih dalam jangka waktu tertentu, tetapi memiliki efek samping yg mematikan.

"Please stay back... Let me fight him alone." Ujar Lee.

"I understand." Jawab Neji yg kemudian melangkah mundur.

Lee menghembuskan napas sekali.... "OPENING GATE! KAIMON!! KYUMON! SEIMON! SH0MON! TOMON" Kecepatan tekanan darah yg meningkat membuat warna kulit Lee memerah dan urat2 pembuluh darah bermunculan. Aura chakra kekuningan yg dahsyat menyelimuti Lee.

WUSSHHHH Lee menghilang dr pandangan. Kecepatan Lee hampir tidak bisa dilihat kasat mata.

"!!!" DUAGHH!! Crescendo menangkis tendangan Lee dari samping kiri. Saking kuatnya tendangan tsb, sang bellato terdorong ke arah yg berlawanan, lalu Lee menghilang lagi.

DUAGHHH!! Crescendo terpukul mundur ke belakang-

DUAGHHH!! DUAGHHH!! Sang bellato terkena serangan bertubi-tubi.

Neji dan Tenten menahan nafas menonton pertarungan sengit. Crescendo tidak berkutik menghadapi kecepatan gerak Lee yg mendekati kecepatan suara.

Lee memukul sang bellato melayang ke atas dan dilanjutkan dengan serangan beruntun di udara.

"URA RENGE!" Lee melancarkan serangan gabungan tendangan 1 kaki dan pukulan 1 tangan yg melempar sang bellato menghantam tanah. (Lihat deskripsi Ura Renge untuk detail lebih lanjut).

DUARRRRRR!!! Crescendo menghantam tanah saking kerasnya hingga membentuk kawah.

Semenit- 2 menit kemudian, sang bellato perlahan-lahan bangkit berdiri.

*crack* Retakan armor kepala Dragon Set semakin luas ... lalu, pecah memperlihatkan wajah asli Crescendo.

"A girl?" Ujar Neji yg hampir tidak percaya bahwa di balik armor yg menyeramkan tsb, didapati seorang bellato perempuan.

Rambut hitam gelap yg panjang sebahu... wajah yg atraktif, tetapi tajam dan dingin... warna pupil mata kuning keemasan yg menyirip bagaikan mata kucing.

Lee yg mulai merasakan efek samping dr Gates Opening mulai roboh dan tidak sadarkan diri....

Crescendo masih berdiri tegap seakan-akan serangan Lee yg ganas tadi tidak mempan sama sekali. Sang bellato menoleh ke arah Neji dan menjulurkan tombaknya, "Surrender."

Neji tidak bisa berkata apa2, begitu juga Tenten.... Tidak ada jalan untuk melarikan diri.. Tetapi, menyerah juga bukan jalan satu2nya....

Setelah beberapa detik, Crescendo tidak mendengar jawaban mereka, "Is that your answer?" Crescendo mengangkat tombaknya.

Neji berusaha bangkit dan melawan sang bellato dengan sisa tenaganya.

"!!!!" Crescendo meloncat ke belakang menghindari peluru launcher.

BOOM!!! "Accretian?" Sang bellato menoleh ke sang pelaku.

Venryl keluar dari mode stealthnya, "I'm sorry I can't let you kill them off." Sang cora berlari ke depan neji dan menghadapi Crescendo.

"You are.... Venryl, the heretic." Ujar Crescendo yg mengenali sosok cora di depannya.

"Wow I'm famous." Ujar sang cora, "My leader want to meet these people, I ask you to stand down, Crescendo."

Crescendo mengerutkan dahinya, "You... can take their heads to your foolish leader."

Venryl menaikkan volume suaranya "How dare you?! Isolde is your friend-"

"That was an act." Jawab sang bellato dengan dinginnya

Venryl menghembuskan napas, "You left me no choice." Venryl mengganti armornya ke armor level 65 range Dragon Set, "You guys." Venryl memanggil Neji dan Tenten, "Please take your companions and go to northwest. Apparently there's a person we just found who's looks like you guys."

Seseorang yg mirip dengan penampilan mereka? ".... Naruto??" Ujar Neji terkejut.

"Yes, that's his name." Jawab Venryl.

Neji sunshin ke samping Lee dan menggotongnya. Ia mengangguk ke arah Tenten, lalu mereka sunshin serempak meninggalkan Venryl dan Crescendo....

Venryl mematikan fungsi 'cloak' pada senjatanya, "It's pointless to hide it anymore." Ionized Dark Cerberus yg merupakan versi mini launcher yg asli digenggam oleh sang cora.

"That's why they called you heretic. Forbidden use of technology."

"A heretic that will defeat a war machine." Ujar Venryl memprovokasi sang bellato.

Crescendo meloncat jauh ke atas dan menerjang Venryl....

======================================================
TO BE CONTINUED TO SIDE STORY --> Kisah flashback Venryl, Crescendo dan Isolde
======================================================

Sementara Neji dan teamnya bergerak menuju barat laut.

"!!!" Neji tiba2 terdiam.

"Neji? What are you doing?" Tanya Tenten.

"I need to go back... Please take care of Lee." Neji meletakkan Lee di atas tanah dan sunshin menghilang di tempat.

======================================================
TO BE CONTINUED.... --> Chapter 9
======================================================

Ura Renge :
This jutsu is an advanced and more destructive version of the Front Lotus, which requires that at least three chakra gates be opened (in every instance in which it has been used, five gates are opened). Once enough gates are open, the user launches the target into the air and strikes them at inhuman speed before hitting them with one arm and one foot, sending the target crashing into the ground. This is usually fatal due to the speed and power behind the attack.

TOP

Last Edited by Zenos on 1-2-2011 11:46

hey - narrator
hey - main character's thinking
"hey" - character speaking
hey - inner character speaking (ex, kyubi)


SIDE STORY
Tragic Love

========================================

50 years ago before the coming of Naruto Uzumaki...

*Veyron : FIRST PERSON VIEW*

FULL NAME : Veyron Saintsun
AGE : 46
GENDER : Male
OCCUPATION : Novice Soldier
JOB OCCUPATION : Berserker
LEVEL (requires minimum 45 levels) : 48

Saya menyerahkan lembar formulir yg sudah diisi ke dalam loket. Seorang bellato Armor Rider level 55 mengambil formulir tersebut dan mengeceknya.

"Veyron Saintsun?" Tanya sang Armor Rider tiba2.

"Y-Yes!" Jawab saya terbata-bata.

"It's my first time seeing a Saintsun want to become a full soldier." Sang Armor Rider memegang dagunya dan mengamati saya.

Saya hanya terdiam saja mendengar nama keluarga disebut-sebut. Saintsun Family adalah keluarga aristrocat yg menguasai teknologi bangsa bellato. Hampir seluruh anggota keluarga selain saya menjadi peneliti dan politikus. Hanya saya satu2nya yg masuk ke kemiliteran dari 5 bersaudara. Awalnya, orang tua saya menentang keras niatku sampai akhirnya saya diusir dari rumah... atau mansion tepatnya. Untung saja kakak tertua berusaha menolong saya dengan memberikan bekal uang Dalant yg cukup besar. Jadi, saya berusaha hidup mandiri dan berkerja di sebuah bar cafe. Selama 5 tahun, saya latihan sendiri menjadi seorang Berserker yg mapan. Tetapi, penampilan fisik saya yg.... dominan feminim... membuat banyak orang meremehkan saya.

Lalu, sang AR mengambil stempel besar dan menstempel formulir saya dengan tulisan besar 'ACCEPTED', "Go to the next post. Next!" Sang AR memanggil giliran berikutnya. Saya mengambil kertas formulir yg dikembalikan dan bergegas keluar dari barisan antri...

"Look a Saintsun...." Tiba2 terdengar orang2 yg sedang membicarakan saya.
"What is he doing here?"
"Maybe he's joining the army."
"A Saintsun is wanna be a soldier?!"
"There's no way a pampered coward can become a soldier."

Saya berusaha menahan emosi dan pura2 tidak mendengar mereka..... Lalu, saya melihat ada keributan di ujung barisan antri.

"HEY! THIS WAS MY PLACE!!" Teriak seseorang.

Saya bergegas melihat apa yg terjadi. Seorang bellato sedang menghadapi 5 orang bellato.

"Your fault, shorty for falling asleep." Ujar salah satu bellato.

"Look! I was daydreaming for a while ok?! I don't want to queue from the last again!!!" Ujar bellato tadi teriak keras.

Rasanya saya pernah kenal dia.... rambut coklat pirang ikat ekor kuda... bekas luka di wajah... pupil mata merah membara... Eben hmm.. Ebenzer kah? Bellato yg terkenal paling sering membuat kericuhan.

"You've got a problem with us?" Ancam salah satu bellato yg berbadan tinggi.

"HELL YEAH!" DUAGHH!! Ebenzer menonjok muka bellato yg tadi mengancam.

"He got a death wish! Beat him!" Teriak temannya.

Orang-orang sekitar menjauh dan tidak ikut campur. Sementara saya juga ikut terdiam dan menonton saja. Lima lawan satu sangat tidak imbang, tetapi Ebenzer tetap bersikeras melawan mereka walaupun dia terjatuh beberapa kali, lalu bangkit lagi.

Setengah jam kemudian....

"It's enough guys.. let's leave. He learned his lesson" Kelima orang bellato tadi pergi meninggalkan Ebenzer yg roboh terkulai di lantai.

Orang-orang sekitar  tetap tidak mempedulikan Ebenzer. Luka2 memar menghiasi badannya.

These people are this ignorant bastards? pikir saya. Lalu, saya memberanikan diri menghampiri Ebenzer dan mengecek keadaannya.

"Hey... are you okay?" Tanya saya. Saya mengulurkan tangan untuk membangunkannya.

"Ugh...." Tiba2 Ebenzer membuka matanya dan melihat tepat ke muka saya, "Ah... an Angel?....Am I dead?"

..... Sepertinya keputusan saya salah untuk menolongnya.. Saya mau bangkit berdiri-

Tiba2 Ebenzer menarik tangan saya sehingga saya tertarik mendekati wajahnya-

CHUU

.... Sesuatu yg basah menyentuh bibirku.... Lalu, saya menyadari sesuatu yg menjijikkan....

DUAGHHH!!! Saya meninju wajah Ebenzer.

"Awwww!! Why is there a painful feeling in heaven??!"  Ebenzer memegangi pipinya yg memar parah.

"You.. you....!!! YOU FREAKING GAY!!" Berani-beraninya dia... mencuri.. first kiss saya... sesama cowok lagi...

Lalu Ebenzer melihat sekitar... orang-orang pada menonton kericuhan yg terjadi, "Ehhh! I haven't died yet!" Ujar Ebenzer terkejut.

Saya bangkit berdiri, membuat bogem mentah di kedua tangan saya.

Ebenzer melihat saya yg sedang mengamuk, "Hey hey wait I-"

DUAGHH DUAGHHH DUARRRR BLEDARRRR

Beberapa menit kemudian....

"Hey I'm sorry ok?!!!" Ebenzer yg benjol2 berjalan di belakang mengikuti saya.

"...Shut up!" Teriak saya yg berusaha tidak mempedulikannya.

"It's your fault having a girl-like face. I though I saw an angel!"

Kesabaran saya habis, saya menoleh ke arahnya, "DO YOU ALWAYS ACT BERFORE THINK?!!! AND KISSING A GUY NO LESS!"

Sekejap orang2 sekitar menoleh ke kami.

"Not too loud please..." Bisik Ebenzer.

Orang2 mulai berbisik..
"Hey see those two guys."
"Have I heard wrong? He kissed a guy?"
"I heard they were kissing each other in front of Military Conscription Building."
"Aww gross!"
"Oh young love... between boys!"

Pipi saya memerah karena malu luar biasa. Saya bergegas berjalan cepat diikuti oleh Ebenzer, "Don't follow me! Freako!" Saya mulai berlari.

Ebenzer juga ikut lari, "Wait! I just want to talk!"

Sejam kemudian.....

Hos hos hos hos... Saya menyender ke tembok bangunan dan menarik nafas, "Stop following me you stubborn freako!" Ujar saya menoleh ke belakang.

Ebenzer juga kelelahan berlari mengejar saya, "I just want to say thank you..."

"Huh?"

Ebenzer menarik napas dalam2, "You were gonna help me right?" Lalu, ia membungkuk, "I'm sorry that I act before think!! Please don't misunderstand me."

Saya terdiam sejenak.

"Since long time ago, no one want to help me or even notice me. You were the first person to notice me...." Ujar Ebenzer dengan tulus.

..... Saya tahu bahwa Ebenzer tidak memiliki orang tua dan dibesarkan di panti asuhan. Saya juga tahu bahwa dia selalu membuat keributan untuk mendapatkan perhatian orang2.

"It's... okay. I did what I must do." Jawab saya.

Lalu Ebenzer kembali berdiri tegak, "Can we be friends?"

... Mungkin... hanya untuk saat ini... saya bisa mentoleransi perbuatannya, "All right, let's be friends."

Raut wajah Ebenzer terlihat senang "What's your name?"

"Call me Veyron or Vey for short."

"Ok Vey, my name-"

"I know you, Ebenzer, you are a famous prankster."

Ebenzer terlihat lebih senang lagi.

Maybe this is not so bad after all... Pikir saya.

=============================================

20 tahun kemudian.....

Sejak saya dan Ebenzer pertama kali bergabung ke kemiliteran bellato, kami telah melakukan banyak hal yg membuat banyak orang kagum terutama kekompakan kami. Saking kompaknya, kami mendapat julukan The Deadly Duo karena musuh apa pun tidak bisa berkutik melawan kami.

Suatu hari di sebuah barrack yg didirikan di sebuah markas garis depan pulau Elan. Kami sedang mengobrol dan bercanda.

Tiba2 seorang bellato perwira atasan datang ke barrack kami.

Kami segera bangkit berdiri tegak dan hormat ke atasan, "Sir!"

"At ease, soldiers."

Kami mengambil sikap istirahat.

"Come here, lieutenant Silvana." Ujar sang atasan. Lalu, di balik pintu barrack, muncul seorang perwira wanita. Rambut yg diikat selayaknya seorang prajurit wanita (style rambut seperti Tenten, tetapi hanya 1 bun-nya).... wajah yg atraktif, tetapi mematikan.... pupil mata warna kuning keemasan yg dalam. Wanita ini memiliki aura tanggung jawab besar bagaikan seorang prajurit yg sudah melalui banyak medan perang.

"My name is Silvana Ravenous at your service." Ujar Silvana.

"Our higher-ups's order to include lieutenant Silvana into your famous team. That's all." Lalu, perwira atasan pergi meninggalkan barrack dan meninggalkan kami bertiga.

.....
.....
.....

Ebenzer memecahkan keheningan, "All right! We've got a new member!" Lalu ia langsung memegang tangan Silvana dan menciumnya, "What's your name, sweety?"

Veyron geleng2 kepala melihat sifat playboy Ebenzer muncul lagi di depan wanita atraktif.

Silvana terdiam sejenak... dan menjawab, "I'm not interested in your flirting. Please don't touch me or you will suffer the sequences." dengan suara datar.

Ebenzer mengerutkan dahi dan melepas tangan sang prajurit wanita.

"Okay, why don't you sit here and tell us about you." Ujar Veyron.

Silvana mengangguk dan duduk di atas kursi plastik kosong, "My name is Silvana Ravenous as you have known it just now. I'm a Holy Chandra with power level, 60."

....
"Tell us about your 3 sizes-" Sembur Ebenzer.

"Shut up, Eben!... Hobbies? What you like and dislike?" Tanya Veyron.

"There is no need to me to answer anything irrelevant to our combat capability." Jawab Silvana dengan datarnya.

..... Wow this woman is so rigid pikir saya.

Wow a hard nut to crack! pikir Ebenzer dilihat dari mimik wajahnya yg mudah dibaca.

"That's acceptable. Welcome to our team, Silvana." Sambut saya.

"... Thank you." Ujar Silvana dengan suara kecil, "First of all, I need both of your battle data."

Setengah jam kemudian, saya dan Ebenzer berada di luar barrack, sedangkan Silvana masih di dalam barrack menganalisa data kemampuan battle kami berdua.

"Vey, that woman is sooooo stiff and not friendly!!" Protes Ebenzer.

"Well you are tooooo friendly and easygoing for a soldier." Balas saya.

"But, did you see underneath her thick clothes??! Perfect sizes-"

"Don't talk anymore." Potong saya.

Lalu, Silvana keluar dari barrack dan memanggil kami berdua.

"I have analyzed them and found an alternative to increase our performance in the future." Ujar sang HC.

"We will hear you out inside. Let's go Eben!"

Ebenzer memasang raut muka bete , "Yeah yeah.... I'm so bored..." dan berjalan malas-malasan masuk ke dalam barrack.

Kemudian, saya melangkah masuk ke dalam barrack, tapi sebelum masuk sepenuhnya, saya menoleh ke belakang dan melihat Silvana masih berdiri diam.

Saya tersenyum dan memangillnya, "What are you doing? Come inside."

Silvana hanya mengangguk saja.

"And by the way.... thank you." Ujar saya yg tidak menyadari Silvana agak tersipu malu.

=========================================

Setahun kemudian, kami bertiga dikirim ke Gunung Buas untuk giliran tugas patroli.

Di dalam tenda yg cukup besar untuk kami bertiga, Silvana termenung memperhatikan lampu lentera di depannya.

Saya bertatapan dengan Ebenzer dan saling mengangguk, "Now!" Bisik saya.

Kami berdua bangkit berdiri dengan kedua tangan disembunyikan ke belakang punggun dan melangkah perlahan-lahan ke arah Silvana.

Menyadari gerak-gerik kami berdua, Silvana mengawasi saya dengan tatapan yg mencurigakan, "What are you doing?" Tanya Silvana.

Kami melangkah semakin maju dan berhenti tepat di depannya. Silvana bangkit berdiri, "Something happened?"

"TADA!!!" Saya dan Eben mengeluarkan kado masing2 yg dibungkus dengan kertas berwarna-warni dah diikat dengan sebuah pita merah ke Silvana.

Silvana terlihat terkejut, ekspresi yg tidak biasa pada wajahnya yg hampir tidak pernah menampilkan emosi, "Gift?... For what?.."

"We are celebrating the day you were admitted to our team." Jawab saya.

"Such an occasion.." Silvana menerima 2 buah kado dari kami berdua. Lalu, tanpa basa-basi, Silvana membuka kado dari Ebenzer.

..... Ebenzer memberikan hadiah berupa pin rambut yg berbentuk kupu2.

"You'll be more beautiful than ever!" Ujar Eben sambil mengacungkan jempol.

Kemudian, Silvana meletakkan pin rambut ke atas meja dan membuka hadiah dari saya.

"This is...." Silvana memegang sebuah boneka... beruang coklat kecil yg lucu.

"A doll? Hey Vey, I think a doll is too out of character for a stern woman like her." Ujar Eben.

"That's not true." Lalu saya menatap Silvana sambil tersenyum, "Day before yesterday, I caught you were looking into a doll shop. I thought you are gonna like it, so I bought it secretly."

Silvana terdiam sejenak dan perlahan-lahan memeluk  boneka beruang.... mulut Silvana membentuk senyuman, "...Thank.. you everyone."

Kami berdua agak terkejut melihat Silvana tersenyum untuk pertama kalinya setelah 1 tahun.

Even Silvana has her soft side... pikir saya.

Dua jam kemudian, Ebenzer tertidur pulas dan saya mendapat giliran jaga malam. Hawa udara yg dingin memaksa saya duduk diam di depan api unggun. Tiba2 saya mendengar langkah kaki dari arah tenda. Saya menoleh dan melihat Silvana yg keluar tenda sambil memeluk bonekanya. Rambut hitam gelap Silvana tergerai lurus beberapa centimeter di bawah bahu. Ia terlihat semakin cantik disinari oleh sinar bulan malam.

Kemudian Silvana ikut duduk di samping saya...

"Hey Veyron.." Ujar Silvana memulai pembicaraan, "Can you listen to me?"

"For my teammate, I have more time than the world ever be." Jawab saya bercanda.

Silvana tersenyum, "Thank you, Veyron...." Raut wajah Silvana menjadi agak murung, "If.. you were born to bear a great responsibility to your family, would you have the will to bear it?"

..... Saya tahu apa yg Silvana ingin bicarakan. Keluarga Silvana, Ravenous Family merupakan kebalikan dari Saintsun Family. Bila keluar Saintsun berkutat pada penelitian dan teknologi, maka keluarga Ravenous berkutat pada  kemiliteran bangsa bellato di mana semua pewaris harta keluarga harus atau wajib menjadi prajurit dan mengharumkan nama keluarga.

"Since I was a kid... I hate violence... I hate killing people no matter what they are... I... just want a normal life. But, I have my own responsibility for the family. So, I was trained hard and merciless... I didn't have time for childish thing like this bear."

Benar... saya sendiri juga memikul tanggung jawab yg dibebankan ke saya oleh keluarga saya sendiri, "Yes.. I was like you too. My parents forced me an unfair responsibility."

"To become a soldier?"

"No... actually they want me to become either a researcher or a politician."

Silvana terkejut, "How.. did you go againts your parent's will?"

"Well I was just too stubborn and finally they kicked me out."

Silvana makin terkejut, "That is.. crazy."

"Haha... But thanks to my oldest brother, he gave me money to survive alone."

Raut wajah Silvana semakin murung, "I wish I had a stubborn will like you..."

"But, you have us! I and Ebenzer, you don't have to bear the burden alone!" Ujar saya berapi-api, "At least take your stress out to Eben, not me, kay?"

Silvana terbengong, lalu tertawa kecil, "Both of you are so compatible each other."

"Ehh?? Compatible?? Who said we are compatible? Since he kissed- ops" Saya kebablasan ngomong.

"Huh? Kiss?... I've got it, that was so unexpected."

"Hey! You are misunderstanding something!" Lalu saya menceritakan kejadian sebenarnya tentang saya dan Ebenzer... tentang 'accidental first kiss'

Raut wajah Silvana menjadi agak aneh....," Pfft... HAHAHAHA!" sang prajurit wanita tertawa terbahak-bahak, "He-He stole your first kiss!!" Ujar Silvana yg mulai menangis menahan tertawa.

Wow... Silvana ketawa.... ekspresi yg sangat langka disaksikan oleh saya sekarang. Sayang si Eben tidak bisa melihat sesuatu yg menakjubkan ini.

"All right, that's not funny." Ujar saya ngambek.

"Sorry haha... But, I think that was a destiny."

"I'd curse destiny if that accidental kiss was decided from beginning."

"But, if you didnt help him when he was beaten on the floor, he would be an average soldier or even a nobody by now."

"That's true..."

"And If I wasn't forced to become a soldier by my family.... I would never meet you, Veyron." Ujar Silvana dengan lembut.

"Eh?...." Detakan jantung saya semakin kencang.

Tiba2 Silvana menarik kerah seragam tentara saya-

CHUUU

Sesuatu yg lembut menyentuh bibir saya.....

Beberapa detik kemudian, Silvana melepaskan kerah seragam saya dengan pipi merah padam, "Look I stole your second kiss!" Ujar Silvana yg malu berat dan tidak berani bertatapan mata dengan saya.

"Anyway.. good night!" Silvana buru2 bangkit berdiri dan masuk ke dalam tenda....

Keesokan harinya, setiap kali saya dan Silvana bertatap mata, kami langsung menoleh ke arah lain. Ebenzer menyadari tingkah laku kami yg aneh

"Did I miss something?" Ujar Ebenzer yg penasaran.

"Shut up!" Tiba2 saya dan Silvana menjawab serentak.

"Huh?" Ebenzer menggaruk-garuk kepalanya.

============================================
20 tahun kemudian.....

Team Veyron dikirim ke garis depan medan perang Great Chip War ke-6. Perang massal yg terjadi 50 tahun sekali yang memakan ratusan korban di ketiga pihak.

DUARRRR!! BOOOMMM!!!

Kami bertiga tiarap dan berlindung dari hujan launcher jarah jauh accretia. Melihat keadaan yg sangat berbahay bagi mereka ini... mungkin tidak ada kesempatan lagi.

I must ask her... maybe this is my only chance pikir saya.

Kemudian saya merangkak  ke samping Silvana, "Silvana... can I ask you something."

Silvana menoleh ke saya, "Yes?"

Saya mengeluarkan sebuah kotak cincin dari kantong armor berserker saya.

"This is..." Silvana menyadari sesuatu.

Lalu saya membuka kotak tersebut memperlihatkan cincin silver yg indah, "Will you marry me?"

Silvana terkejut dan terdiam sejenak.

"I know I'm proposing in the wrong place and at the wrong time... But, I'm afraid of what may happen to us... will never give me the chance I'm dying for-."

"Yes, I accept." Potong Silvana.

"Really?!"

"Of course dummy!" Silvana tersenyum.

Lalu saya memegang tangan kiri Silvana dan mengenakan cincin perkawinan di jari manisnya.

"I, Veyron Saintsun, take you, Silvana Ravenous, to be my wife. I promise to be true to you in good times and in bad, in sickness and in health. I will love you and honor you all the days of my life"

"I, Silvana Ravenous, take you, Veyron Saintsun, to be my husband, to have and to hold, from this day forward, for better, for worse, for richer, for poorer, in sickness and in health."

Lalu kami mengucapkan bersama-sama, "Until the death do us apart."

Lalu saya mencium Silvana di bibir, menandai ikatan perkawinan antara kami berdua.....

Di belakang Silvana, saya melihat Ebenzer yg menatap mata saya dengan mimik wajah yg tidak bisa kubaca. Tiba2 cahaya menyilaukan muncul di depan-

"WATCH OUT!!" Teriak Ebenzer.

Saya dengan reflek menggendong Silvana  dan meloncat menghindari-

DUARRRRRRRRRR!!! Ledakan dahsyat membentuk kawah di posisi kami tadi.

Kemudian, kami bertiga mengambil posisi masing2 menghadapi sebuah sosok raksasa di depan mereka.

"No.. it can't be" Ujar Silvana yg hampir tidak percaya dengan apa yg dia lihat.

"Satetsu!!!" Teriak Ebenzer.

Satetsu menampakkan dirinya dengan mata merah menyala, "What I've got here, the Deadly Duo and a puny bellato girl." Ujar Satetsu dengan suara berat.

"We must run, Vey!" Ujar Ebenzer yg agak panik.

"No! We must fight!" Teriak saya.

Sang accretia mengeluar bilah pedang samurainya, "Come on! I want a challenge!"

Lalu kami bertiga menerjang Satetsu...

===============================================

Setengah jam kemudian,

"Is that it?!" Ujar Satetsu, Aw.. I overestimate you guys. Deadly Duo is so weak."

Sang accretia melangkah maju menuju  saya, Shit! I don't have energy left. Saya merogoh kantong celana dan mengeluarkan bom asap-

"METEOR!" Silvana menyerang Satetsu dengan forcenya.

Satetsu tidak bergeming sama sekali, "The *sensor*! Maybe I should kill you first. Flash Step" Satetsu menghilang dari pandangan dan muncul tepat di depan Silvana.

"!!! KYAAA!" Satetsu mencekik leher Silvana dan mengangkat badannya ke atas.

"Silvana!!! Let her go!!!" Teriak saya.

Ebenzer berusaha bangkit berdiri, tetapi terjatuh lagi.

"Hmm... is this so called 'affection'?" Ujar Satetsu dengan dinginnya.

"You want me right??! Just kill me, but don't kill her!!!" Teriak saya yg begitu desperatenya memohon sang accretia.

"Hmm.... killing Deadly Duo will cripple Bellato's morale..."

"Please!!" Saya sudah melupakan segala harga diri.

.....
.....
Satetsu diam sejenak.... ,"No."

*jleb* sang accretia menusukkan pedangnya tepat di dada Silvana. Darah mencuat dari dada Silvana...

........
.......
Darah mengucur sekujur badan Silvana sampai akhirnya menetes di ujung jari kaki ke lantai.

Silvana menatap mata saya dan mengumpulkan tenaga terakhirnya untuk mengucapkan sesuatu dengan bahasa bibir.....

I'm happy I can be your wife, although it's only for a... while...
Live... on....


Silvana menghembuskan nafas terakhirnya...

*END OF VEYRON'S FIRST PERSON VIEW*

*Ebenzer : FIRST PERSON VIEW*

"No...." Saya melihat Veyron yg sangat shock.

"I heard losing your loved ones will make you very powerful." Ujar Satetsu, "So hate me and come back when you can give me a real challenge...."

Satetsu dan mayat Silvana menghilang perlahan-lahan di balik asap2 ledakan.

"No... NOO!! *sensor* I'LL KILL YOU! KILL KILL KILL KILL KILLL-KILL-" Veyron bangkit berdiri dan berusaha mengejar Satetsu-

Saya mengejarnya dan menahannya, "Vey!! Wake up!!"

"LET ME GO!!" Veyron semakin gila dan hilang kontrol diri.

"LET ME GO!!!! I'M GONNA KILL HIM KILL HIM!!"

"It's over, Vey!"

"*sensor* YOU!!! YOU WON'T UNDERSTAND THE *sensor*-"

DUAGHH!! Saya menonjok wajah Veyron dengan keras hingga ia jatuh ke tanah, "... Do you think I don't understand anything?"

Veyron segera bangkit berdiri dan menarik kerah seragam saya, "I LOVE HER FOR GOD'S SAKE-"

"SO DO I!!!!" Teriak saya

Veyron terlihat terkejut dan melepaskan kerah saya, "DO YOU THINK I DIDN'T SEE SHE KISSED YOU AT THAT NIGHT 20 YEARS AGO??!! DO YOU THINK I DIDN'T SEE YOU AND HER GO LOVELY DOVEY ALL THE TIME?!!! I FEEL THE SAME WAY YOU DO!!! SHE DIED!! SHE DIED!! ONCE AGAIN SHE DIED!! WHAT CAN WE DO ABOUT IT? THROWING AWAY OUR LIFE??" Teriak saya yg sudah muak.

"I...I..." Veyron berusaha mengucapkan sesuatu.

"Look! It's so painful for me to see her choosing you over me! Even I proposed to her years ago without your knowing." raut wajah saya menjadi sedih, "And of course I got rejected..."

"And again I saw you proposing to her in front of my own eyes.... and I thought you were my friend...."

"I... I'm sorry... It's all my fault..." Ujar Veyron yg menggigil.

".... Just get up and start walking!" Ujar saya dengan kesalnya.

============================================

Beberapa minggu kemudian.... di sektor permakaman.

Kami berdua berdiri di depan sebuah nisan...
...
OUR BELOVED
Silvana Ravenous
4631-4732
...

Veyron berlutut dan meletakkan sebuket bunga di depan nisan...

"Ebenzer... Let's change our way...." Ujar Veyron

"...."

"To kill him...."

".. Revenge is not always the best choice, Vey..."

"I don't care... I will sell my soul to the deepest pit of hell by any means if that will help me avenge my wife..."

"To let you know... I will be on your side no matter where you go."

Veyron bangkit berdiri, "Let's go..."

*END OF EBENZER'S FIRST PERSON VIEW*

=======================================

Seiring waktu berlalu, Veyron membuang nama keluarganya dan mulai berubah menjadi prajurit yg sempurna dan berdarah dingin. Sedangkan, Ebenzer masih memilki sifat yg sama. Mereka bersumpah untuk mengincar dan menumpaskan Satetsu, mercenary Accretia yg melegenda.

======================================

END OF SIDE STORY!
THX FOR READING!

TOP

Go to Forum

Recommendation Close


RF-Foxtrot Chat Room

Buat yg mau chat, mau bahas apa aja, silakan disini. Tetap ingat no junk, no flame, no SARA, respect others. Thanks


Read More