|
  
- Posts
- 7131
- Location
- Arcobaleno Kingdom
|
Last Edited by fun3ral on 18-9-2011 11:31
Chapter 2: My Friends (Alto Angelo's Side)
Setelah berhasil menaklukkan pak Ravn, aku langsung duduk di kursi biasanya yang berada dibaris ke-3 kolom 3, kelas ku mempunyai 4 baris kursi dengan masing-masing baris mempunyai 6 kolom.
Oh ya, sebelumnya aku akan mengenalkan diriku, namaku adalah Alto Angelo seorang anak muda tampan berumur 10 tahun. Ayahku bernama Basil Lighthouse sedangkan Ibuku bernama Hana Lighthouse. Ayahku semenjak lahir tinggal bersama-sama dengan bangsa Bellato sedangkan Ibu ku adalah seorang Cora.
Aku sendiri merupakan anak tunggal dari orangtuaku, kami sekeluarga tinggal di Out Post Accretia, kami tinggal di sana karena tidak memungkinkannya kami untuk tinggal di daerah Cora atau Bellato karena masih ada aturan yang menghalangi kami (para Hybrid) untuk tinggal di sana.
Ku rasa sudah cukup pengenalan diriku, sekarang mari kita kembali ke dalam kelas, tempat di mana aku (dipaksa) untuk belajar.
Kemudian setelah aku duduk di kursi ku, Acc yang duduk di sebelahku yang bernama Satetsu memberi jempol dan berkata "Bagus, aku menang 30000 dari teman-teman kita"
Sejenak aku sempat terkaget, melihat diriku yang memasang mimik muka terkejut Satetsu hanya mengangguk, mungkin dia sedang tersenyum lebar kalau punya mulut dan dengan lesu aku berkata lagi.
"Hah....." Aku berdengus dengan malas, kemudian Aku pun melamun dan aku melihat lagi ke arah satetsu teman Acc-ku yang sedang serius memperhatikan pelajaran. Entah kenapa aku jadi teringat kejadian lucu sekitar 2 tahun lalu saat Satetsu baru 6 bulan masuk ke sekolah ini.
Waktu itu kelas sedang kosong karena guru-guru sedang rapat, dan saat itu Satetsu telat datang dan dengan sengaja ia membanting pintu dan membuat kita semua yang di kelas kaget.
Saat kami terkejut Satetsu hanya bergerak maju dan berdiri diatas meja pak Ravn dan berkata dengan nyaring "Lihat kawan-kawan semua!!!" Serunya dengan lantang dan semua orang langsung melihat ke arah Satetsu dengan bingung belum sempat kami bertanya satetsu langsung berkata lagi.
"Akulah pengganti Lothan the3rd, akulah calon Punisher yang kuat yang akan memerintah seluruh Accretia di novus!" katanya dengan semangat sambil mengeluarkan sesuatu dia berkata
"Ku beri tahu saja bahkan Lothan pun tidak mempunyai senjata seperti ini"
"woooooooow" kata kami terkagum-kagum melihat apa yang di bawa oleh satetsu yang terrnyata adalah senjata Strong Intense!!! colok 2 ignorant pula!!!!
Kami melihat dengan kagum dan berkata dalam hati "Itu senjata jenis pisau" dan satetsu kembali berteriak.
"Inilah senjata Strong Intense +2 ignorant senjata paling kuat disini yaitu SI Training Blade +2 ignorant."
Tentu saja karena kami masih kecil jadi kami tidak tahu apa-apa kami hanya kagum karena dari pedang itu keluar aura-aura merah (untuk senjata apabila di upgrade dengan talic pasti mengeluarkan seperti aura yang berwarna)
Belum sempat kami berkata apa-apa Satetsu langsung turun dari meja pak Ravn dan ia langsung mempraktikkan skill basic Shining Cut, ia pun dengan sengaja memotong sebuah Globe tentang planet Novus.
Kami kembali terkagum dan berteriak
"Hidup Satetsu, Hidup Satetsu, Hidup Satetsu".
Mendengar ada keributan Pak Ravn langsung menuju ke kelas, Begitu selesai ia memotong ternyata Pak Ravn sudah berada di ambang pintu dan melihat Globenya yang sudah terpotong-potong oleh Satetsu.
Tentu saja ia sangat shock karena benda globe itu sangat susah untuk dicari.
Satetsu yang melihar pak Ravn dateng langsung bergaya sok-cool, dengan satu jari menunjuk ke arah pak Ravn ia berkata.
"Bow after me!!!!"
Langsung saja Satetsu dipanggil dan senjatanya diambil karena dianggap berbahaya, Satetsu shock bahkan dia sampai ngemis-ngemis ke Pak Ravn untuk meminta senjatanya sehabis pulang sekolah.
Aku melihat itu tertawa terbahak-bahak namun rasanya kasihan juga melihat seorang Acc merengek seperti itu, akhirnya pak Ravn memberikan kembali senjatanya itu tentu saja aku tidak memberi tahu ke lainnya karena bisa-bisa Acc ini bisa langsung bunuh diri.
Setelah melihat Satetsu yang duduk di sebelah kananku aku melihat ke teman yang duduk di sebelah kiri ku namanya adalah Rose Ravenheart nama yang indah pas dengan anak itu.
Anak itu bertampang manis dan lucu layaknya perempuan dan bahkan dulu banyak anak laki-laki yang mulai menyukainya tapi setelah kejadian 'itu' yang menyukainya pun mulai menghilang.
Tepatnya terjadi 1 tahun yang lalu yaitu saat kami sedang berada di tempat persembunyian kami di solus tempatnya dekat dengan hutan crawler, tempatnya dekat sebuah tebing yang di penuhi oleh pohon-pohon.
Namun Rose menemukan sebuah tempat yang unik di daerah itu, tepatnya di salah satu bagian tebing tersebut, dibilang unik karena ada berberapa pohon membentuk setengah lingkaran dan membuat seperti ada ruang kosong disana.
Mungkin kalau tidak ada tebing tersebut pohon-pohon itu membuat lingkaran penuh. Waktu itu pada siang hari kami berkumpul di situ kami duduk dengan melingkar.
Aku duduk membelakangi tebing tinggi itu, disamping kiriku ada seorang anak perempuan yang bisa di bilang pa-ehem!!-car ku aku mengenalnya sudah 3 tahun lebih. Dan di sebelah kananku ada Satetsu dan Rose duduk berdua dengan Edward Gunblade sambil berpegangan tangan dengan erat.
Waktu itu kami menceritakan cita-cita kami yang dimulai dengan perempuan yang berada di sebelahku yang bernama Riza Starsky dia berkata dengan malu-malu "Aku ingin menjadi Holy Chandra, agar bisa nyembuhin Alto kalau lagi terluka"
Tentu saja aku mendengarnya juga menjadi ke Gr-an mukaku sendiri sudah merah sedangkan teman-teman ku yang lain sudah bersiul-siul lalu setelah dia aku mengutarakan cita-citaku "Aku ingin menjadi Armor Rider" kataku dengan mantap.
Belum sempat Ed berkata lagi Satetsu langsung memotong "Aku ingin menjadi Lothan the 4th" katanya yang langsung berdiri dan langsung menebas-nebas angin dengan skill-skill basic.
Melihat kelakuan Satetsu kami semua langsung tertawa.
Setelah Satetsu sekarang Ed yang mengutarakan impiannya "Aku ingin menjadi seorang Infiltrator." katanya sambil tersenyum kepada Rose dan Rose pun tersenyum kepada Ed.
Kemudian Rose berdiri dan membelakangi kami semua dia mulai berkata
"Aku ingin menjadi seorang BlackKnight" mendengar itu kami semua agak kaget kecuali Satetsu entah dia mendengar perkataan Rose atau tidak.
Belum sempat kami bertanya dia langsung melanjutkan "Keluarga ku merupakan keluarga bangsawan BlackKnight yang terkenal karena itu aku akan menjadi seorang Black Knight yang kuat" dia menarik nafas sebentar lalu berkata dengan lantang.
"Karena semua kakak-kakakku adalah seorang perempuan, aku sebagai satu-satunya anak laki-laki di dalam keluargaku aku sebagai pewaris nama RavenHeart, maka aku akan membawa nama RavenHeart ke masa jayanya lagi!!!"
Mendengar perkataan itu kami sempat berteriak menyemangati. Lalu kami semua terdiam mendengar satu atau lebih tepat dua kata yang di ucapkan oleh Rose.
langsung kami bertiga terperanjat dan merapat ke tembok belakang ku sambil berkata dengan nada yang agak di tahan "Haaaaaaaaah?!!!" Satetsu yang belum sadar masih bermain dengan SI Training Bladenya
"Ya benar... menjadi seorang la..." Belum sempat menyelesaikan kata-katanya dia langsung merapat ke tembok dan melakukan hal yang sama seperti yang kami lakukan
"Haaaaaah?" katanya kaget.
Tentu saja kami semua kaget kata-kata yang membuat kami kaget adalah "laki-laki" karena hampir selama 2 tahun kami pikir Rose itu Perempuan!!!!!
Yang paling kasihan itu Edward karena dia menyukai Rose, semenjak itu dia tidak pernah bergandeng mesra lagi, untungnya Rose itu orangnya agak polos jadi dia mengira selama ini Edward dan dia bergandengan tangan layaknya seorang teman.
Dan di kelas pun terjadi hal yang sama saat pak Ravn menyuruh kami untuk menceritakan cita-cita kami di depan kelas semua nampak antusias.
Ada yang ingin menjadi Templar, Berserker. Yang aku bingung ada yang ingin menjadi MAU bahkan ada yang ingin menjadi tukang cendol.
Kemudian Rose tampil kedepan dan berkata hal yang sama saat di tempat persembunyian kami, ternyata teman-teman sekelas kami juga tidak mengetahuinya mereka juga sangat kaget dan semua langsung berkata "Haaaaaaah?" bahkan beberapa di antara mereka ada yang muntah.
Sedangkan reaksi pak Ravn "Haaaaah?" Bahkan guru kami juga tidak mengetahuinya, melihat semua kejadian itu kami ber-empat langsung tertawa terbahak-bahak.
Melihat itu Rose dengan tampang manisnya langsung duduk
"Teman-teman ternyata mendukungku." katanya dalam hati, nampaknya dia tidak menyadarinya. Sampai sekarangpun dia tidak menyadarinya.
Mengingat kejadian itu aku sempat tertawa kecil, kemudian aku melihat teman di depanku yang bernama Edward GundBlade. GunBlade? yap.. menurut Ed keluarganya lah yang menciptakan pedang GunBlade.
Katanya leluhurnya yang bernama GunBlade menciptakan senjata itu. Temanku yang bernama Ed ini sangatlah mesum, setelah kejadian Rose itu ia tidak pernah bergandengan mesra lagi dengannya.
Namun karena takut melukai persahabatan apalagi karena Rose orangnya sangat baik ia tetap sering jalan bareng walaupun kadang-kadang ia agak merinding.
Ingat saat dia ingin menjadi Infiltrator? tentu saja ia mempunyai alasan yang mesum tentang itu, dulu ia pernah berkata kalau dia ingin menjadi seorang AR karena keluarganya memang Armor Rider semua.
Namun ketika ia melihat seorang Infiltrator dapat menghilang ia langsung berkata kepadaku "Infiltrator bisa hilang?" tanyanya dengan nada takjub aku heran melihatnya
"Memang kenapa?" tanyaku dan ia langsung berkata
"Hilang berarti tidak terlihat kan? kalau begitu.. aku kan menjadi infiltrator karena dengan itu saat aku mengintip maka aku tidak akan ketahuan!!!" katanya dengan semangat tentu saja mendengar itu aku terkejut namun aku tahu semenjak pertemuan kami 3 tahun yang lalu ia adalah orang yang sangat mesum.
Pernah kami menabung selama satu bulan untuk membeli barang-barang keinginan kami lalu setelah satu bulan kami berkumpul di tempat rahasia kami dan mengutarakan barang-barang impian kami.
Di mulai dari ku aku berkata "Aku ingin beli Teal MAU" lalu Riza berkata
"Aku ingin beli SI Hora Staff" lalu Rose berkata
"Aku ingin beli Shield BlackSign dan SI Hora Blade" sedangkan satetsu
"Aku ingin beli Man Eater" sedangkan Ed berkata
"Aku masih bingung pengen beli apa" mendengar itu kami juga bingung tidak biasanya ia berkata seperti itu. Akhirnya setelah mengutarakan impian kami, kami langsng berpencar Aku, Ed, Riza ke Solus sedangkan Rose ke Haram sedangkan Satetsu ke 213.
Saat di Solus aku dan Ed sempat berpisah dengan Riza, katanya dia ingin mengambil uangnya dulu saat aku melewati toko senjata yang letaknya bersampingan dengan toko item mall Ed sempat berhenti dan berkata dengan mantap
"Aku sudah memutuskan" Aku melihat Ed berkata seperti itu sambil melihat toko senjata itu saat aku perhatikan ternyata di toko senjata itu menjual Hora Vulcan
Aku hanya tersenyum melihat Ed yang sudah memutuskan keninginannya itu akhirnya setelah 20 menit kami berkumpul lagi di Cora HQ bedanya kami semua (kecuali Ed) datang dengan mulut terbuka (kecuali Satetsu).
Kami shock terhadap harga-harga barang yang kami impikan, SI Hora Staff keinginan Riza berharga 8jta dallant Perisai dan SI Hora Blade keinginan Rose kalau dijumlah harganya 21jta sedangkan Teal MAU keinginanku harganya kira-kira 600jta-an
Itu membuat ku sangat shock, paling kasihan Satetsu ternyata Man Eater keinginannya berharga 1 Millyar padahal rata-rata uang yang kami kumpulkan hanya ada 100rb saja.
Kami semua tediam cukup lama sampai ada teriakan yang cukup kencang "Kyaaaaaaaaaa!! ada pengintip!!!!" Teriakan itu berasal dari wanita-wanita Cora yang sedang mandi di pemandian air panas yang cukup terkenal, lalu mereka berteriak lagi.
"Ada orang mesum!!!!" mendengar itu semua orang dan Acc tentunya kaget.
*BUG!* Tiba-tiba aku merasa ditabrak oleh seseorang namun tidak terlihat siapa-siapa, lalu Satetsu menunjuk sesuatu di lantai yang tidak lain adalah bercak darah. Kami pun mengikuti arah gerak bercak darah itu.
Akhirnya bercak darah itu berhenti di tempat yang sepi hanya kami berempat yang berada di situ dan samar-samar orang itu mulai terlihat.
Dari posisinya ia terlihat membelakangi kami semua dan ketika dia membalik badan kami semua terkaget!!! Orang itu adalah Edward!!!
Ed terlihat menutupi bagian mulut dan hidungnya dengan kedua tangannya dan dari sela-sela kedua tangannya tersebut keluar darah segar, Melihat Ed yang berlumuran darah Rose langsung pingsan untung saja aku menopangnya.
Belum sempat kami bertanya dia langsung mengacungkan jempolnya sehingga yang melindungi bagian dan hidungnya hanya tangan kirinya saja ternyata darah segar itu keluar dari hidungnya!!
Kemudian dia langsung berkata seperti orang kesetanan "Wahahahahahahah, ternyata rencana ku berhasil" kami sempat bingung lalu Ed melanjutkan "Ternyata tidak percuma aku nabung selama satu bulan. Akhirnya bisa ngintip juga di pemandian air panas itu!!!! wahahahahahahaha" Ed tertawa girang seperti orang gila.
Kepalaku langsung berputar cepat... aku jadi ingat saat di benteng Solus tadi saat aku berpikir kalau Ed melihat toko senjata "Jangan-jangan" kataku dalam hati
"Jangan-jangan yang dia lihat itu bukan toko senjata namun toko Item Mall... dan barang yang dia beli adalah Stealth Potion!!!!" pikirku dalam hati dengan mulut terbuka melihat kelakuan Ed.
Setelah tertawa cukup gila tiba-tiba ia langsung pingsan nampaknya darah yang keluar cukup banyak, kemudian dia diopname selama satu minggu tentu saja kami tidak memberi tahu apa yang telah di lakukan Ed.
Saat di tanya kami tidak menjawab apa-apa sambil memasang muka shock sehingga kami tidak di curigai kami pikir apabila di beritahu bisa-bisa ia langung di tembak sama Ayahnya pakai BMAU.
Sedangkan untuk Rose kami berbohong kami berkata kalau Ed tidak sengaja tertabrak oleh Flem. Melihat kelakuan Ed kami hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Al, Al, AltoAngelo" Panggil seseorang di belakangku dengan nada yang sedikit teriak, panggilan itu membuyarkan lamunanku, dengan sigap aku menoleh ke belakang
"Ada apa Riza" Tanyaku. orang yang duduk di belakangku adalah Riza yang ku sebut sebagai pa-ehem!-carku aku sudah mengenalnya selama 2 tahun.
Semenjak pertemuan pertamanya aku langsung suka kepadanya entah kenapa bisa begitu. Seingatku 2 tahun yang lalu saat pertama kali dia masuk sebagai murid baru dia datang menggunakan baju terusan berwarna pink cerah yang sedikit bermotif dan dari kelihatannya dia terlihat seorang yang pemalu.
Saat pertama melihatnya aku langsung terpesona walaupun kata Ed, Riza itu penampilannya biasa saja tapi tetap jantungku langsung berdebar-debar dan seolah-olah udara susah masuk ke paru-paruku.
"Apakah ini cinta?" tanyaku dalam hati sambil memegang dadaku sebelah kiri, aku hanya bisa melihatnya seperti sapi ompong. Begitu ia melihat ke arahku yang seperti sapi ompong dia langsung tersenyum ke arahku. Jantungku terasa di Chain Lightning dan aku pun langsung ke Gr-ran.
"Hm... kamu duduk dimana ya?" kata Pak Ravn yang sedang bingung mencari tempat duduk sebenarnya ada tempat duduk di paling pojok kelas tapi tentu aku tidak mau dia jauh dari tempat dudukku.
"Oh iya kalau tidak salah di pojok kelas ada tempat duduk kosong" kata Pak Ravn yang segera melihat ke tempat duduk di pojok kelas itu baru dia mengarahkan kepalanya untuk melihat tempat duduk itu tiba-tiba
*BRAKKKK!!!!!*
Pak Ravn nampak terkejut di pojok tempat duduk sudah ada tas seseorang teman-temanku juga kaget dan dengan segera mereka semua melihat ke arahku namun aku langsung memasang tampang 'suci'.
"Sejak kapan ada yang duduk di situ?" kata Pak Ravn bingung
"Pak Ravn di belakang ku ada kursi kosong" kataku dengan sopan dan sedikit berwibawa
"Lho? bukannya Lich duduk di belakang mu Alto?" tanya Pak Ravn
"Emm... kata dia, dia ingin pindah tempat duduk" kataku dengan sedikit gelagapan Pak Ravn melihatku curiga langsung saja aku tersenyum lebar
"Ya sudah kamu duduk disana" kata Pak Ravn menyuruh Riza tentu saja aku langsung kegirangan karena rencanaku berhasil.
Yang melempar tas itu memang aku, lagipula kebetulan Lich sedang izin keluar. Sebenarnya aku ingin meminta Satetsu untuk pindah namun aku tidak tega.
Begitu kembali, Lich langsung shock karena tempat duduknya telah berpindah dengan terbata-bata dia berkata
"Wooooow... Kursi ku bisa pindah sendiri" katanya dengan takjub.
*GUBRAK!!!* teman-temanku langsung jatuh semua dari tempat duduk mereka karena kaget melihat reaksi bocah Cora tersebut, teman-temanku yang tadinya ingin memeberi tahu akhirnya mengurungkan niatnya.
Semenjak duduk di belakangku, aku selalu dekat dengannya aku juga yang mengajak dia masuk ke kelompok yang di buat dan beranggotakan 4 orang yaitu Aku, Satetsu, Rose dan Edward.
Setelah satu tahun aku dekat dengannya akhirnya aku mengungkapkan perasaan ku, ia nampak kaget dan mukanya pun memerah entah karena malu atau sebab yang lainnya saat itu kami berada di pojokan Annacade tempat yang cukup sepi jarang orang yang lewat, melihat mukanya yang memerah aku pikir ia juga suka namun
"Maaf Al..." katanya.
aku sedikit terkejut terkejut perasaanku menjadi tidak enak "Aku sudah suka sama orang lain" Lanjutnya sambil tersenyum.
*BLEGGAAAAAAAAR!!!* mendengar dia berkata seperti itu tersenyum itu membuatku seperti di Compound dan di DoomBlast dari jarak 10cm pada saat yang bersamaan.
Setelah kejadian itu aku pulang ke Acc HQ, aku berjalan menuju rumahku dengan mulut menganga lebar dan berjalan layaknya zombie selama di Acc HQ. Semua Acc yang disana nampak bingung melihatku. Bahkan Ayah dan Ibuku pun bingung melihat tingkah laku ku ini.
Selama satu bulan lebih hidupku terasa hampa, selama satu bulan itu juga mulutku menganga teman-temanku, dan guru-guruku juga bingung bahkan guruku sampai menyaranan untuk membawaku ahli mentalist.
Kemudian setelah beberapa hari kemudian setelah aku pergi ke ahli mentalist kondisi ku bukannya membaik malah makin buruk, aku hanya duduk bengong saja di dekat tebing angin (tentu saja dengan mulut terbuka).
Aku berpikir apa ini yang di namakan patah hati? tiba-tiba aku mendengar ada seseorang atau sesuatu mendekat yang jelas saat itu aku tidak peduli lagi
"Alto..." panggil seseorang di belakangku, tentu saja aku kaget karena aku tau pemilik suara itu, itu adalah Riza!!! Dengan mulut masih menganga aku menoleh ke Riza tapi aku kembali terkaget, terlihat dia sedang menangis.
Belum sempat ku bertanya dia langsung memelukku
"Maaf Alto, karena aku... kau jadi seperti ini" katanya sambil terus mendekapku mendengar itu mulutku yang menganga sekarang sudah tertutup tapi seolah-olah aku merasa ada yang aneh benar saja terlihat beberapa Bulky Lunker Ace dan Arghol
meloncat-loncat kegirangan
"Apa-apaan ini? jangan-jangan mereka senang karena mulut ku tertutup kembali? wtf" pikirku dalam hati soalnya momennya pas banget pas nutup mulut langsung momon kegirangan semua.
Tersadar bahwa Riza masih memelukku sambil menangis aku berkata "Ah, tidak kok" hiburku
"Sebenarnya ku juga sama kamu Al" katanya. sekarang pelukannya makin kencang dan tangisannya makin kencang juga
"Waktu bilang kamu suka sama aku, aku senang tapi kau tidak ingin kalau kamu yang mengutarakannya aku ingin aku yang bilang jadi aku berbohong" mendengar itu aku merasa bersalah karena sikapku.
Setelah kejadian itu aku juga merasa ada yang aneh, soalnya selama satu bulan ini juga apabila kami bertemu dia pasti langsung menundukkan mukanya namun aku tidak mempedulikannya "Tidak apa-apa" kataku
"Maaf juga mungkin reaksi ku juga yang terlalu berlebih" lanjutku mendengar itu dia mulai melepas pelukanku dan dia mulai menghapus air matanya dengan tangannya.
Aku pun mencoba menghapus airmatanya dengan tanganku dan dia kembali tersenyum melihat dia tersenyum, aku pun juga tersenyum.
"Alto, ALTO!!" Panggil Riza sedikit teriak, aku langsung tersadar dari lamunanku. Semenjak itu kami sudah 'jadian' selama satu tahun lebih sampai sekarang.
"Apaan sih?" Tanyaku dengan nada yang mulai jengkel.
"Kamu bawa PR yang di suruh Pak Ravn minggu lalu kan?" katanya cemas melihat dia cemas begitu aku langsung berkata
"Kok keliatannya panik begitu? khawatir ya?" tanyaku menggoda dia, Riza sendiri mukanya langsung memerah mungkin karena malu.
"Tenang saja, PRnya aku bawa kok" kataku menenangkannya
"Prnya ada di dalam tas" lanjutku lagi
"Emang kamu bawa tas?" mendengar itu aku mulai jengkel juga
"Tentu saja ba.." belum sempat aku menyelesaikan kata-kataku aku baru ingat sesuatu.
AKU TIDAK BAWA TAS!!! Aku langsung panik dan mukaku langsung pucat belum sempat aku berpikir
"Kumpulkan PR minggu kemarin ya.." kata pak Ravn
"Gaaaawat!!!!!" pikirku dalam hati sambil memegang kepalaku dengan kedua tanganku, teman-temanku mulai berdiri untuk mengumpulkan PR mereka lalu aku melihat Pak Ravn dia nampak memegang 'kupingnya' dia seperti menerima sebuah transmisi dia nampak sedikit tersentak karena kaget
"Ermmm... PRnya tidak usah di kumpulkan sekarang." katanya dengan sedikit gemeteran.
"Fuuuuih" pikirku dalam hati, tapi aku bingung melihat pak Ravn dia nampak gusar
"Untuk sementara ini sekolah di liburkan, karena guru-guru ingin rapat" kata pak Ravn tegas seolah-olah ingin menutupi rasa gusarnya sontak saja satu kelas kami menjadi kelas bar-bar semua berteriak kesenegan
"YEAAAAAAAAAAH!!!" teriak teman-temanku bahkan Satetsu sampai salto-salto tidak jelas. Melihat kelakuan murid-muridnya pak Ravn hanya geleng-geleng kepala namun hanya ada dua orang yang nampak tidak begitu senang yaitu aku dan Ed.
Kami berdua tidak terlalu terlarut dalam eforia itu Ed yang masih duduk di depanku langsung berbalik badan ke arahku yang masih duduk
"Ada yang aneh." katanya, melihat Ed yang berkata serius seperti ini menandakan dia sangat khawatir.
Akhirnya sekolah di bubarkan untuk saat keluar aku baru ingat kalau uangku tertinggal di laci mejaku baru aku di depan pintu kelas aku mendengar suara pak Ravn
"Kenapa bisa ada Nuklir meledak di Crag Mine?"
*************************************** |
|